Thomas Muller: Sepakbola Jadi Sirkus, Harga Transfer Paul Pogba Tak Layak!

Ia menilai, harga transfer gila-gilaan seperti yang terjadi pada Paul Pogba, 105 juta Euro, sangatlah tidak layak. Bahkan Muller mengaku ingin pensiun sebelum tiba masanya, teknologi menciptkaan kamera untuk merekam kegiatan pemain di ruang ganti saat pertandingan.
Musim panas 2016 lalu, Manchester United memecahkan rekor transfer dunia atas nama Paul Pogba. Membelinya dari Juventus, United menghabiskan angka 105 juta Euro, yang lebih besar daripada rekor sebelumnya milik Gareth Bale (100 juta Euro). Bahkan, United sebenarnya juga berminat memboyong Thomas Muller dari Bayern Munchen di kisaran angka lebih dari 100 juta Euro pula.
Hal inilah yang membuat Muller geleng-geleng kepala. Ia menilai semua yang terjadi di sepakbola belakangan, terutama soal uang, membuat para pemain berubah dari manusia menjadi barang dagangan saja. Kepada GQ ia menuturkan, Jumlah uang yang dibayarkan (untuk membeli pemain) di era ini tidak masuk akal. Tidak ada seorangpun yang pantas mendapatkan uang sebanyak itu.
Pemain sepakbola modern belakangan malah mirip seperti barang komersial. Tapi hal ini seharusnya tidak mempengaruhi kami. Anda justru bakal di bawah banyak tekanan jika mulai berpikir soal biaya transfer yang tinggi.

Muller menegaskan, langkah yang diambilnya untuk menjaga kaki tetap berpijak di tanah, dengan angka-angka yang terus menggelembung, adalah tetap bermain sepakbola seperti adanya, kala masih kecil: demi bersenang-senang.
Katanya, Saya cukup santai atas emua ini. (Bagi saya sepakbola) adalah semua tentang bersenang-senang di lapangan, membantu rekan setim, dan memenangkan gelar.
Tapi ketika menjadi pemain pro, Anda harus menyadari bahwa pada akhirnya, Anda adalah bagian dari bisnis. Anda adalah bagian sebuah sirkus besar. Anda tidak bisa membiarkan sirkus ini menghinggapi pikiran Anda, atau Anda bakal jadi gila.
Melihat perkembangan sejauh ini, Thomas Muller yang masih berusia 27 tahun, cuma bisa berdoa agar dirinya bisa pensiun di saat yang tepat, ketika bisnis sepakbola belum terlalu menyentuh ruang pribadi para pemain. Ia menambahkan, Jika sampai ada kamera di ruang ganti, hal itu sudah terlalu berlebihan bagi saya. Saya harap untuk pensiun sebelum hal itu terjadi.

sports-okezone.com Okezone Portal Berita Online Indonesia | Berita Terbaru Hari Ini Terkini Terhangat | Nasional Internasional Politik Ekonomi Olahraga Kesehatan Selebritis Sumber: Sidomi