Pereli Indonesia Pakai Mobil Listrik di Reli Dakar 2018

Pereli Indonesia dikabarkan bakal kembali turun di Reli Dakar 2018. Sejauh ini, baru dua pereli Indonesia yang pernah jajal Reli Dakar yaitu Tinton Soeprapto (1990) dan Kasih Hanggoro (Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti) pada 2010 dengan mengendarai mobil McRae Rage Buggy, serta tahun 2011 dengan Team Epsilon Spain, menggunakan mobil Mitsubishi Montero.

Tahun depan, Indonesia kemungkinan akan turun lagi di Reli Dakar 2018. Seperti rilis yang diterima media, Indonesia bakal mengirimkan salah satu pereli yaitu Kasih Anggoro yang untuk ketiga kalinya tampil. Dia bakal turun di kelas amatir pada Reli Dakar 2018.

Yang menarik, Indonesia bakal memakai mobil listrik produksi lokal. Mobil listrik itu sedang dibangun oleh Universitas Budi Luhur berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya serta tim Fin Komodo.

Sujono, Dekan Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur sebagai Pimpro proyek mobil listrik BLITS, nama mobil listrik yang akan dibangun dengan spesifikasi penggerak roda belakang menggunakan motor listrik sebagai berkekuatan 100 HP, 6000 rpm.

Sebagai penyimpan energi listriknya digunakan baterai dengan kapasitas 75 kWh. Sebagai sumber energi listrik, digunakan baterai yang mampu memasok kebutuhan listrik untuk jarak tempuh mobil sampai dengan 200 km untuk satu kali pengisian baterai.

“Mobil listrik BLITS pertama di Indonesia hasil riset ITS dan Universitas Budi Luhur yang akan diikutkan pada Reli Dakar 2018 itu pertama dari Indonesia. Ini akan meningkatkan daya saing bangsa dan kompetisi tingkat internasional dengan produk made in Indonesia,” kata Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Didik Sulistyanto.

Proyek ini juga didukung penuh Kasih Hanggoro, pembalap yang pernah menjajal Reli Dakar pada 2010 dan 2011. Dia kini kembali turun untuk ketiga kalinya di Reli Dakar. “Semoga ini menjadi wadah untuk transfer knowledge dari kedua pihak baik Universitas Budi Luhur maupun Institut Teknologi Sepuluh Nopember,” katanya.