Demi Bibit Baru Sepak Bola, Coke Kicks 2017 Latih 224 Anak di Semarang

Coke Kicks kembali mengunjungi 10 kota Indonesia pada tahun 2017. Mereka membawa program pelatihan sepak bola seluruh pelosok nusantara.

Kali ini, Ungaran, Kabupaten Semarang, menjadi persinggahan keempat. Sebelumnya, event tersebut diadakan di Lampung, Medan dan Mataram.

Program pelatihan sepak bola dasar bagi bakat muda usia 12 tahun ini diselenggarakan oleh CocaCola Amatil Indonesia (CCAI), bekerja sama dengan Asian Soccer Academy (ASA) Foundation.

Coke Kicks 2017 di Ungaran pada Minggu (23/7/2017) diikuti oleh 16 tim, yang terdiri dari 224 anakanak usia 12 tahun di Kabupaten Semarang dan 32 orang pelatih. Mereka menyatakan senang bisa ikut dan menjadi bagian dari event ini.

Pelatih Eko dari ASA Foundation didaulat menangani para peserta. Dia mengatakan bahwa pelatih lokal mempunyai peran yang penting untuk mewujudkan tim yang tangguh pada masa mendatang.

“Melalui sesi train the trainers, pelatih lokal diberikan pembekalan metode pelatihan yang komprehensif, terutama untuk terus membina mental positif dari tim yang dibina sehingga siap meraih berbagai kesempatan di masa depan, ujar Eko.

General Manager CCAICentral Java Agustina Retno Setyowati mengungkapkan, hingga saat ini Coke Kicks telah melatih lebih dari 700 pelatih sepak bola lokal, menargetkan untuk melatih 320 pelatih lokal dan 2.240 pemain muda di 10 kota sepanjang 2017.

Menurut Agus, dengan meningkatnya kapasitas pelatih lokal pihaknya percaya, hal ini akan memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi pengembangan sepak bola nasional secara keseluruhan.

“Permainan sepak bola sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, terutama oleh anakanak. Melalui Coke Kicks, CCAI ingin memberikan pelatihan untuk mengasah keterampilan bermain sepak bola kepada generasi muda. Harapannya, bisa memunculkan bibit baru pesepak bola profesional yang dapat membawa harum nama bangsa,” kata Agus.

Bupati Semarang Mundjirin yang hadir dalam kesempatan itu sekaligus membuka Coke Kick 2017 berharap, program tersebut bisa berkelanjutan dan semakin banyak anak yang dilatih. Sebab, semua orang tahu, ada banyak potensi pemain sepak bola di Kabupaten Semarang.

“Ada Bambang Pamungkas dan Bayu Pradana, harapan saya ada generasi penerusnya dan mendapat pendampingan yang baik,” kata Mundjirin.