Ditahan Sriwijaya FC, Pelatih Persegres Tak Bisa Berkata-kata

Asa Persegres Gresik United untuk bisa meraih kemenangan kedua dalam kompetisi Liga 1 kembali pupus setelah Sriwijaya FC sukses mencetak gol penyama kedudukan 11 pada masa injury time dalam pertandingan di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (24/7/2017) malam.

Dalam pertandingan itu, Persegres sebenarnya sudah unggul terlebih dulu melalui tendangan indah Yusuf Efendi dari luar kotak penalti, saat laga baru berjalan 9 menit. Namun, kelengahan pada menit akhir, membuat kemenangan yang sudah ada di depan mata sirna lantaran pemain pengganti Sriwijaya FC, Airlangga Sucipto, sukses memperdaya Aji Saka.

Saya sudah enggak bisa bicara. Lagilagi kejadiannya seperti itu. Lawan PS TNI begitu, lawan Arema FC begitu, lawan Persib (Bandung) juga begitu, ujar pelatih Persegres Hanafi, dalam sesi jumpa pers selepas pertandingan.

Berulangulang kasusnya juga sama, sudah unggul tetapi tak mampu mempertahankan, serta lengah pada akhir pertandingan, kata dia.

Kang Emil Minta Pelaku Pengeroyokan Salah Sasaran ke Sesama Bobotoh Meminta Maaf https://t.co/6vuUN7BXri pic.twitter.com/y6IcIFxrkY

Hanafi memang pantas kecewa. Meski hanya menurunkan dua pemain asing, Patrick da Silva dan Goran Gancev, mereka sempat menyulitkan Sriwijaya FC, khususnya pada awalawal pertandingan.

Tim Laskar Joko Samudro pun juga sempat membuat barisan depan Sriwijaya FC frustrasi, sebelum Airlangga mampu menyamakan kedudukan.

Setiap habis pertandingan, saya selalu bilang kepada para pemain agar tidak melakukan kesalahan yang sama untuk pertandingan selanjutnya. Namun, itu masih saja terus berulang,” ujarnya.

“Mungkin juga, karena Persegres ini banyak dihuni pemain muda, sehingga kurang pengalaman, ucap Hanafi.

Tambahan satu poin membuat Persegres belum bisa memperbaiki posisinya di klasemen sementara, dan masih terpaku di urutan ke17 dari 18 kontestan Liga 1 dengan mengoleksi 7 angka, dari 16 kali bertanding.