Kutukan Lionel Messi Berakhir Jika Juara Copa America Centenario

Pasalnya, di level internasional, La Pulga memang tidak akrab dengan gelar. Bahkan, ia sudah pernah terlibat dalam tiga final yang dijalani Argentina sebelumnya. Tiga kesempatan itu lenyap. Kini, di kesempatan keempat pada Senin (27/6) masihkah kutukan pada Messi melekat?
Argentina sukses menembus final ketiga secara beruntun dalam tiga turnamen yang dilalui dalam tiga tahun terakhir. Tidak disangkal lagi, peran Lionel Messi sangat besar untuk hal itu. Dialah yang menjadi kunci Albiceleste di Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015. Messi juga menjadi raja gol dan assist Argentina di Piala Amerika tahun ini, edisi 100 tahun Copa America.
Bicara gelar internasional, Lionel Messi sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Ia sudah pernah menjadi juara Piala Dunia U20. Juga, Olimpiade 2008. Namun, ketika masuk ke level senior, gelar internasional La Pulga masih nol besar. Kutukan Messi tak bisa merebut gelar internasional tingkat senior, dimulai pada Copa America 2007. Kala itu timnya tumbang dari Brazil di partai puncak.

Disusul dengan final Piala Dunia 2014 dan Copa America tahun lalu, total sudah tiga percobaan di final yang ditempuh Messi, yang hasilnya nihil. Oleh karenanya kali ini La Pulga menuturkan, Final ini sangat penting bagi saya sehingga saya bisa juara Copa America. Ini adalah final ketiga yang saya mainkan bersama timnas. Dan saya ingin menciptakan sejarah, menjadi juara.
Messi menyadari usianya saat ini sudah 29 tahun. Akan sangat sulit untuknya bertahan di level teratas hingga tiga tahun mendatang, kala Copa America 2019. Kesempatan emas yang ada di depan mata, tidak boleh lepas lagi.
Kami harus mengambil peluang ini dan memenangi trofi, apa pun yang harus dilakukan. Ini adalah final ketiga secara beruntun. Tidak memenangi semuanya jelas kekecewaan besar. Tidak juara adalah penyesalan hebat.

sports-okezone.com 4d singapore Sumber: Sidomi