Curhat Herkis setelah Resmi Mengundurkan Diri dari Persela

Heri Kiswanto secara resmi telah menyatakan diri mundur dari jabatan pelatih kepala Persela Lamongan pada Rabu (6/9/2017). Herkissapaan akrab Heri Kiswanto, mengambil keputusan itu lantaran pencapaian tim tidak sesuai harapan.

Saya sudah janji. Sesudah lawan Mitra Kukar saya sudah bicara dengan manajer (Yunan Achmadi), bahwa dua pertandingan lagi taruhan saya sebagai pelatih. Saya punya target bawa Persela ke papan atas, paling tidak papan tengah, tutur Herkis, seperti dilansir di laman resmi klub.

Mantan arsitek PSS Sleman ini pun berkomentar mengenai akun instagram Ivan Carlos beberapa waktu lalu. Ivan Carlos sempat mengunggah pernyataan agar manajemen segera memecat Herkis bila tidak ingin tim Laskar Joko Tingkir degradasi.

Saya nggak tahu awalnya. Kan saya nggak punya medsos. Anak saya yang ngasih tahu. Saya baca sempat kaget juga. Saya sangat tersinggung. Padahal selama ini saya menganggap tidak ada apaapa, ucap dia.

Sikap Carlos sudah begitu, diapaapain juga sulit. Setelah kena kartu kuning atau akumulasi, latihan aja nggak benar. Sudah nggak serius. Disuruh jogging aja nggak mau. Mau gimana lagi. Di situ saya merasa bahwa saya tidak dibela pemain,” ujar Herkis.

“Sudah nggak respek. Sudah repot saya. Tidak latihan aja sama dengan meremehkan kita. Ada manajer nonton latihan aja dia nggak mau latihan. Saya sudah kecewa sama Ivan Carlos, tambahnya.

Herkis pun berharap Persela tidak lagi dihantam banyak cedera pemain, yang dianggapnya sangat mempengaruhi performa tim.

Saya berharap, pemain fit semua dan bisa angkat prestasi Persela. Jangan ada yang sakit lagi karena kalau banyak pemain sakit lagi, pelatih siapapun pasti akan kebingungan, ujar dia.

Pelatih kelahiran Banda Aceh ini juga menyatakan sudah betah berada di Lamongan. Diakuinya, masyarakat Lamongan mudah akrab dan sempat membuat sang istri menyarankan untuk berpikir ulang mengenai keputusan mengundurkan diri dari Persela.

Saya sudah mulai betah di Lamongan, cepat kenal sama masyarakat Lamongan. Saya ke pasar aja pasti ada yang menyapa, enak interaksinya. Istri saya aja senang di sini, makanya istri saya menyuruh mikir berulang kali soal rencana pengunduran diri, kata dia.