Muhammad Rafli, Jadi Pesepak Bola untuk Wujudkan Impian Ayah

Muhammad Rafli Mursalim di dunia sepak bola tidak terlepas dari sosok ayahnya, Rizal Kulle. Dia ingin mewujudkan impian sang ayah yang gagal menjadi pemain sepak bola.

Rafli menceritakan bahwa ayahnya sempat memperkuat PSM Makassar junior. Namun, kata Rafli, impian sang ayah akhirnya pupus untuk menjadi pesepak bola.

“Bapak gagal karena waktu itu rumah di Makassar terbakar. Dia lalu ke Jakarta dengan bawa uang Rp 15.000,” ungkap Rafli.

“Lalu bapak bertanya kepada saya apakah saya ingin menjadi pemain sepak bola. Saya jawab iyah,” tutur Rafli menambahkan.

Pemain yang mengidolakan Luis Suarez tersebut lalu berusaha mewujudkan impian ayahnya dengan masuk ke akademi Villa 2000.

Saat bersekolah di SMA Darussalam, Tangerang Selatan, Rafli kemudian menjadi santri di Ponpes Al Asyariah.

“Awalnya saya hanya ikutikutan masuk pesantren karena diajak teman,” ujarnya.

Bersama Ponpesnya, Rafli tampil di Liga Santri Nusantara pada 2017. Pemain kelahiran 5 Maret 1999 tersebut tampil sangat tajam sehingga dinobatkan sebagai top scorer dengan catatan 15 gol dari 8 pertandingan.

Penampilan apik Rafli lalu diketahui pelatih Indra Sjafri. Anak pertama dari tiga bersaudara tersebut kemudian terpilih masuk tim nasional U19 untuk Piala AFF U18.

Rafli mampu melunasi kepercayaan Indra dengan mempersembahkan empat gol. Tiga di antaranya dicatatkan Rafli saat tampil sebagai starter dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup B melawan Brunei dengan skor 80.

Setelah Piala AFF, Rafli berharap bisa memperkuat salah satu klub Liga 1.

“Inginnya Persija mungkin. Pengen PSM Makassar juga. Soalnya Makassar adalah kampung orang tua,” akunya.

Nantinya selepas memperkuat salah satu klub tersebut, dia berambisi mewujudkan impian besarnya.

“Saya berharap bisa bermain di Liga Inggris. Saya sangat mengidolakan Manchester United,” tutur Rafli.