Coutinho di Balik Kekalahan Liverpool dari Leicester

Manajer Leicester City, Craig Shakespeare, menilai kekalahan Liverpool dari timnya karena Philippe Coutinho ditarik keluar pada babak kedua. Shakespeare berpendapat, Leicester punya keuntungan usai pergantian Coutinho, sehingga bisa menang 20 dalam laga putaran ketiga Piala Liga Inggris di King Power Stadium, dini hari tadi WIB.

“Kami tahu harus menyusun kembali strategi setelah babak pertama berakhir. Kami pun memiliki keuntungan ketika Coutinho ditarik keluar pada babak kedua. Kami lantas berbicara kepada para pemain untuk bermain lebih agresif dan intens,” kata Shakespeare, seperti dilansir Sky Sports.

“Shinji Okazaki lantas masuk dan membuat sedikit perbedaan. Dia bermain dengan gairah dan antusias,” tutur manajer asal Inggris berusia 53 tahun tersebut.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, memainkan Philippe Coutinho sejak awal laga. Pemain asal Brasil tersebut beberapa kali mengancam lini pertahanan Leicester City, tapi tidak berhasil menghasilkan gol untuk The Reds.

Hal tersebut membuat Klopp menarik keluar Coutinho pada babak kedua dan memasukkan Ben Woodburn pada babak kedua. Pergantian tersebut dimaksudkan agar serangan Liverpool bisa segar dengan kehadiran Woodburn.

Akan tetapi, perjudian Jurgen Klopp membuat permainan Liverpool semakin memburuk. Liecester City mampu memanfaatkan kesempatan dan mencetak dua gol melalui Shinji Okazaki pada menit ke65 dan Islam Slimani pada menit ke78.