Pengalaman Segudang, 5 Pelatih Top Ini Malah Nganggur

Setelah sukses dalam kariernya sebagai pemain, Paulo Sousa berkelana menjadi pelatih bersama tim Inggris QPR.

Swansea adalah tempat di mana dia meninggalkan sebuah tanda sebagai pelatih saat klub tersebut memainkan sepak bola yang menarik.

Meskipun tugasnya di Liberty singkat, dia memperbaiki rekor Roberto Martinez di klub.

Setelah gagal di Leicester City, Sousa pindah ke Hungaria dan kemudian Israel untuk mengelola klub Videoton dan Maccabi Tel Aviv.

Bagi seorang manajer muda, itu mungkin langkah yang tepat karena memungkinkan dia berkembang.

Sebuah langkah ke FC Basel pada tahun 2014 membawa Sousa meraih dua gelar domestik dalam dua musim. Gelar di Israel dan Swiss mungkin tidak terdengar menarik, tapi taktik Sousa bersama Basel di Liga Champions patut diacungi jempol.

Dia kemudian pindah ke Fiorentiona. Di sana, dia menerapkan sebuah gaya yang sangat mirip dengan tim Antonio Conte.

Namun, pada musim keduanya, timnya hanya bisa menyelesaikan kedelapan meski memetik 60 poin.

Meski kempemipinannya sampai pada akhir yang pahit karena para penggemarnya menginginkannya pergi, dia menunjukkan kemampuan taktis yang cukup besar di Serie A. Namun, saat ini dia masih menganggur.