Antonio Conte Curhat Sulitnya Jadi Pelatih Chelsea

Banyak orang mengira, Antonio Conte mudah sekali membuat formasi Chelsea salam setiap pertandingan. Dengan kemampuan pemain yang dimiliki bukan pekerjaan sulit buat Conte menurunkan pemain yang diinginkan. Nyatanya tidak demikian.

Dalam situs klub, Selasa (26/12/2017), Conte mencurahkan perasaanya menjadi juru latih The Blues. Menurutnya sebuah keputusan berat saban ingin menunjuk pemain. Itu belum termasuk jika ada pemain yang melakukan kesalahan.

Beruntung pelatih asal Italia tidak memulai karier pelatihnya langsung di puncak. Ia merintis sebagai pemain, asisten pelatih hingga mendapatkan kesempatan menukangi klub besar.

Tapi di setiap klub yang dibesut pengalaman berbeda diperolehnya. Tantangan inilah yang membuat Conte menerima pinangan Chelsea pada 2016. Kesempatan yang diberikan pada pria kelahiran Lecce, Italia, itu tak disia-siakan. Conte langsung membawa Chelsea menjadi jawara Liga Premier Inggris di musim pertama.

Namun kebesaran nama Conte tengah dipertaruhkan setelah musim 2017 performa Chelsea bisa disodok Manchester City. Chelsea kalah bersaing dengan tim asuhan Pep Guardiola yang ada di pemuncak klasemen.

Di sisi lain, kondisi para pemainnya pun mulai menunjukkan kelelahan dan deraan cedera, seperti yang dialami David Luis. Tak banyak kata, Conte menyebut jika di musim ini berusaha realistis dengan situasi.

“Sebagai pemain saya beruntung pernah dilatih beberapa pelatih hebat dalam karier saya. Saya ingat mendapatkan dua pelatih hebat di Lecce, Eugenio Fascetti dan Carlo Mazzone. Mereka sosok penting buat saya dan perkembangan saya.”

Conte menggambarkan sosok dua pelatihnya yang menggunakan wortel dan tongkat. “Inilah yang saya coba terapkan di Chelsea. Terkadang Anda harus menggunakan tongkat, dan terkadang ada harus menggunakan wortel.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *