Bayern Munchen Era Carlo Ancelotti Lebih Baik Dari Era Pep Guardiola

Demikian yang disampaikan oleh penyerang Die Roten, Robert Lewandowski. Bomber internasional Polandia itu menilai, Bayern secara taktik maupun fisik, mengalami peningkatan sejak rezim sang pelatih Italia dimulai. Ucapan ini bagai pukulan kesekian bagi Pep, yang musim ini kesulitan di Manchester City.
Selama tiga tahun bersama Bayern Munchen, Pep Guardiola selalu membawa tim tersebut tidak tersentuh di Bundesliga. Bahkan Bayern merebut gelar di liga domestik tanpa kesulitan apapun sejak awal kompetisi. Hal ini sedikit berbeda dengan musim ini, ketika Die Roten sempat tertatih, dan tertinggal tiga poin dari puncak. Barulah belakangan mereka membaik dan kini unggul tiga angka dari pesaing terdekat, RB Leipzig.
Namun, bagi Robert Lewandowski, justru Bayern musim ini mengalami peningkatan dibandingkan Die Roten ketika ditangani sang pelatih asal Katalonia. Perbedaan itu dirasakan Lewa dari kebugaran fisik dan cedera pemain yang cukup sering dialami Bayern era Pep. Otomatis, permainan tim juga terpengaruh oleh hal tersebut.
Lewandowski, dikutip dari AS menuturkan, Kini kami bermain lebih baik (bersama Ancelotti). Kami lebih baik dari segi taktik dan fisik. Dalam dua tahun terakhir, kami selalu memiliki masalah di akhir musim dalam hal kondisi fisik dan cedera.

Ucapan Lewandowski tersebut ibarat serangan untuk Pep Guardiola. Sebelumnya, beberapa pilar Bayern Munchen sempat mengungkapkan hal serupa, bahwa mereka lebih nyaman bersama Carlo Ancelotti. Mereka yang mengugnkapkan ini adalah Franck Ribery dan Dante. Legenda Die Roten, Lothar Matthaus juga turut mengkritik Bayern era Pep.
Uniknya, justru para petinggi klub Jerman tersebut memihak Pep. Menurut mereka, kehadiran Guardiola membuat tim tersebut tidak hanya ditakuti karena kekuatan, tetapi juga permainan cantik yang tidak pernah diperagakan oleh Bayern era sebelumnya.
Dalam tiga tahun bersama Bayern, Pep selalu sial di Liga Champions. Timnya senantiasa terhenti di semifinal. Oleh karenanya, sebagian orang menilai, Pep gagal mengikuti jejak Jupp Heynckes, sang pendahulu yang mampu merebut gelar terbaik di kompetisi Eropa tersebut pada 2013. Pep sendiri, saat ini tersendat di klub barunya Manchester City. Sementara, hanya ada di empat besar Liga Inggris.

sports-okezone.com daftar sbobet Sumber: Sidomi