Berakhirlah Kisah Pelarian Para Perampok Rumah John Terry

Berakhirlah kisah pelarian para perampok yang membobol rumah John Terry. Mereka akhirnya ditangkap dan harus siap menanggung akibat dari perbuatannya.

Pada Februari 2017, rumah Terry dibobol para perampok. Kala itu, mantan kapten Chelsea tersebut sedang berlibur bersama keluarganya. Mereka pergi ke tempat bermain ski.

Aktivitas itu bisa dilihat dari foto yang Terry unggah melalui akun Instagram miliknya. Pemain Aston Villa ini memang kerap mengunggah foto kegiatannya di Instagram, termasuk apa yang dia lakukan bersama keluarganya di arena ski.

Siapa sangka, foto liburan tersebut malah membawa petaka bagi Terry. Melalui CCTV, lima orang perampok ketahuan mendatangi kediaman Terry di Oxshott, Surrey.

Gerombolan tersebut ternyata merupakan perampok profesional yang memang mengincar para miliuner. Dilansir BolaSport.com dari situs Daily Mail, kelima perampok tersebut sudah tertangkap.

Kelima perampok tersebut, Darren Eastaugh, Joshua Sumer, Roy Head, Oliver Hart, dan Kye HardyKing mengaku mendapat ide merampok rumah Terry setelah melihat unggahan pesepak bola itu di Instagram. Foto Terry yang sedang berlibur menunjukkan bahwa rumah seharga 5 juta poundsterling miliknya sedang tak berpenghuni.

Kelima pencuri tersebut beraksi di kamar utama dan brankas milik Terry. Tas motif eye watering milik sang istri, Toni, senilai 126.000 poundsterling, serta novel Harry Potter edisi terbatas milik anaknya seharga 18.000 poundsterling pun turut dicuri.

Selain itu, para perampok juga mengambil 28 tas Toni yang paling berharga, antara lain tas Hermes dari kulit ular seharga 42.000 poundsterling, tas Channel seharga 8,000 poundsterling dan tas lain dengan brand Gucci, Louis Vuitton serta Yves Saint Laurent.

Jaksa Rossano Scamardella mengatakan, “Mereka memang perampok yang tersusun dan terencana.”

Para perampok yang masuk ke rumah Terry pukul 22.30 tersebut menghabiskan waktu 45 menit untuk mencuri perhiasan dan jam tangan dari kamar Terry. Selain mencuri, para perampok itu juga merusak properti di dalam rumah, sehingga kerugiannya ditaksir sekitar 400.000 poundsterling (sekitar Rp 7 miliar).

Pengadilan Kingston Crown mengungkap bahwa kelima orang tersebut memang sering merampok rumahrumah mewah. Dilaporkan juga bahwa para perampok tersebut akan segera menanggung hukuman karena tindakannya itu.