Bersama Pep Guardiola, Man City Klub Terbaik di Inggris

Roberto Mancini pelatih pertama yang memberikan gelar Liga Primer kepada Manchester City (Man City). Manuel Pellegrini menjadi yang kedua sekaligus membawa The Citizens melangkah ke babak 16 besar Liga Champions. Tapi, tak ada yang pernah menyebut Man City di bawah mereka sebagai tim terbaik di daratan Inggris. Keberhasilan Mancini dan Pellegrini seperti angin lalu, karena sukses keduanya dianggap tak lepas dari guyuran petro dollar pemilik klub.

Perlakukan berbeda diterima Pep Guar diola. Meski belum memberikan apa-apa, pujian setinggi langit sudah diberikan kepada mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen tersebut. “Mereka (Man City) menunjukkan bukan hanya terbaik di Inggris, tapi juga Eropa dengan Liga Champions. Mereka bermain sangat bagus dan pantas mendapat pujian,” kata Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino.

Permainan cair, mendominasi laga, pertahanan garis tinggi yang membuahkan 15 kemenangan beruntun membuat semua orang tak henti memuji Guardiola. “Bagi saya, Guardiola adalah contoh lain dari pelopor sebenarnya. Apa yang dia lakukan dengan sepak bola berbasis penguasaan di Barcelona, menekan garis tinggi membuatnya menjadi pionir di era sepak bola modern,” tutur Pelatih Swansea Paul Clement.

Guardiola bersama Man City baru saja membuat rekor baru sebagai tim pertama yang meraih 15 kemenangan beruntun setelah mengalahkan Swansea empat gol tanpa balas di Stadion Liberty, Kamis (14/12/2017). Gol kemenangan Man City diciptakan David Silva pada menit ke-27 dan ke-52, Kevin de Bruyne (34) serta Sergio Aguero (85).

Clement, yang pernah menjadi asisten pelatih di Real Madrid, menilai Man City era Guardiola adalah salah satu tim terbaik yang pernah dihadapi. “Dia (Guardiola) memiliki keyakinan dengan gaya sangat spesifik yang berhasil diubah menjadi formula kemenangan. Banyak orang meragukan apakah (gaya itu) bisa di bawah ke Liga Primer, ternyata dia menunjukkannya saat ini, di sini,” tandasnya.

Kini, rekor kemenangan beruntun terlama di Inggris menjadi miliki Man City. Rekor tersebut melewati pencapaian Arsenal pada musim 2001/2002 dan 2002/2003 dengan 14 kemenangan beruntun. Rekor ini membuat Guardiola pantas disebut sebagai pencipta sejarah karena dia pernah menciptakan bersama Barcelona (16 kemenangan beruntun) dan Bayern Muenchen (19).

“Sejarah di sini, ada hal menakjubkan seperti Liverpool di era 1980-an, Manchester United (MU) bersama Sir Alex Ferguson atau Chelsea dengan Jose Mourinho. Tapi, kami yang pertama menang 15 kali berturut-turut dan itu tidak akan mudah dipatahkan jika melihat persaingan,” kata Guardiola, dikutip The Guardian.

Menurut Guardiola, rekor tersebut tetap memiliki arti luar biasa untuk timnya. Apalagi, menurut dia, The Citizens tidak mendapatkannya dengan mudah. Ada periode di mana timnya kesulitan meraih tiga poin dan harus ditentukan di menit-menit terakhir sehingga tak jarang mereka disebut mendapatkan keberuntungan.

Pelatih berusia 46 tahun itu menggambarkan bagaimana perjuangan timnya demi mendapat kemenangan demi kemenangan. Pemainnya akan melakukan apa saja bahkan rela bertarung layaknya binatang saat kehilangan bola. Ada usaha dan kerja keras demi mendapatkan kemenangan demi kemenangan. Namun, dia mengingatkan rekor itu bisa saja dipatahkan tim lain seiring perjalanan waktu.

Guardiola pun mengatakan hanya gelar yang akan membuat mereka dikenang. “Kami memang menjadi tim pertama meraih 15 kemenangan beruntun. Tapi, jika kami tidak mendapatkan gelar, itu hanya rekor dan bisa dipatahkan. Memang, itu tak akan mudah,” sebutnya.

Kemenangan Man City belum membuat jarak dengan peringkat 2 lebih dari 11 poin karena pada saat bersamaan MU berhasil mengalahkah Bournemouth melalui gol tunggal Romelu Lukaku. Sementara Liverpool dan Arsenal harus puas dengan hasil imbang. Arsenal bermain imbang tanpa gol melawan West Ham United dan Liverpool juga mengakhiri laga dengan skor kacamata menghadapi West Bromwich Albion.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *