Carlo Ancelotti: Harus Menang 4-0? Arsenal Bisa Tiru Keajaiban Liverpool!

Menjelang leg kedua babak 16 besar, tim yang diasuh Ancelotti, Bayern Munchen memang unggul 5-1 dari Arsenal. Oleh karenanya, Arsenal mesti menang dengan skor 4-0. Dapat dikatakan, The Gunners sulit mewujudkannya. Namun, Ancelotti menyebut, toh pernah ada kejadian-kejadian yang dialaminya, kala keunggulan besar pun bisa tak bermakna apapun di kompetisi ini.
Datang ke Emirates Stadium untuk berduel pada Rabu, 8 Maret 2017, Carlo Ancelotti masih terbayang-bayang luka final Liga Champions 2005 di Istanbul. Kala itu, tim Ancelotti, AC Milan berhadapan dengan Liverpool, tim yang berasal dari negara yang sama dengan Arsenal. Milan unggul tiga gol di babak pertama, tetapi lantas dibalas tiga gol di paruh kedua. Lebih menyesakkan lagi, akhirnya Milan kalah dalam drama adu penalti.
Setahun sebelumnya, pil yang lebih pahit lagi pernah ditelan AC Milan. Mereka nyaris lolos ke semifinal Liga Champion 2004. Sudah unggul 4-1 di leg pertama, Milan dipecundangi oleh Deportivo La Coruna 5-1 di leg kedua. Atas dasar itulah, Ancelotti belum mau meremehkan Arsenal di leg kedua 16 besar Liga Champion tahun ini. Masih ada 90 menit pada Rabu dini hari, yang bisa saja berubah jadi neraka untuk Bayern Munchen.
Ancelotti menyebutkan, Saya ingin melupakan (kejadian Milan kontra Liverpool), tapi tidak bisa lupa. Inilah keindahan sepak bola karena dalam sepak bola Anda tidak pernah tahu (apa yang terjadi), dan saya pikir pengalaman semacam itu (unggul jauh tetapi kemudian kalah), adalah pengalaman yang baik agar saya terhindar dari kejadian yang sama di masa yang akan datang.

Menurut Ancelotti, Bayern Munchen tidak akan menurunkan gas, dan membiarkan Arsenal menang, kalau perlu hingga skor 3-0. Bayern datang ke Emirates Stadium untuk menang, dan tak memberi kesempatan untuk sang tuan rumah.
Esok (laga kontra Arsenal) bisa jadi saat yang tepat untuk menunjukkan fokus Bayern sejak awal; dan kami ingin menang. Kami tidak
Besok bisa menjadi saat yang tepat untuk menunjukkan kami fokus dari awal dan kami ingin menang. Kami tidak mempertimbangkan keunggulan yang sementara ini dimiliki (menang 5-1 di leg pertama). Memang hal itu penting, tetapi yang terpenting adalah bermain apik selama 90 menit.
Kami ingin menghindari masalah (kemungkinan terkejar Arsenal), dan terus menggunakan gaya kami, identitas kami, kualitas kami untuk mencoba meraih kemenangan.

sports-okezone.com Okezone Portal Berita Online Indonesia | Berita Terbaru Hari Ini Terkini Terhangat | Nasional Internasional Politik Ekonomi Olahraga Kesehatan Selebritis Sumber: Sidomi