Cile ke Semifinal, Pelatih Puji Bravo

Pelatih Timnas Cile Juan Antonio Pizzi memuji Claudio Bravo yang tampil kembali setelah pulih dari cedera. Kiper yang kini membela klub Machester City tersebut menjadi pilar penting yang membawa Cile lolos ke semifinal Piala Konfederasi, Minggu (25/6).

Bravo cedera ketika memperkuat klubnya dalam partai derby melawan Manchester United pada 27 April. Ini merupakan laga pertamanya setelah pulih dari cedera. Bravo langsung tampil gemilang dengan melakukan beberapa penyelamatan penting saat timnya bermain imbang 1-1 melawan Australia.

Hasil ini membawa Cile melaju ke semifinal Piala Konfederasi. Pasukan Pizzi akan menghadapi Portugal dalam pertandingan di Kazan pada 28 Juni. Bravo memang tampil kurang begitu meyakinkan dalam musim pertamanya bersama Manchester City, namun di Timnas Cile, dia tetap menjadi penentu.

“Setiap pemain butuh waktu untuk terbiasa tampil di sebuah turnamen. Saat menjadi pemain, saya juga merasa kesulitan jika tampil lagi setelah lama absen, namun dia ternyata bisa mengatasinya. Dia sangat profesional dan bekerja keras untuk bisa segera pulih. Dia bermain sangat bagus,” kata Pizzi tentang Bravo.

“Bagi kami, Claudio memiliki arti sangat penting. Dia menjadi teladan bagi rekan setimnya karena dia pesepakbola hebat dan sebagai manusia dia luar biasa,” papar Pizzi.

“Tak perlu mengatakan dia salah satu kiper terbaik di dunia. Kariernya sangat mengesankan,”imbuh pelatih yang menggantikan Jorge Sampaoli ini.

Dalam laga terakhir penyisihan Grup B ini, Cile tertinggal lebih dulu ketika gawang Bravo dijebol James Troisi pada menit ke-42. Cile memetik satu poin berkat gol balasan yang dilesakkan Martin Rodriguez pada menit ke-68. Namun peran Bravo sangat penting karena berhasil menggagalkan beberapa peluang Australia.

Pizzi pun memuji performa Australia yang nyaris membuat mereka gagal melaju ke semifinal. “Lawan tampil bagus,” ujar Pizzi. “Mereka memainkan sepakbola yang sangat agresif kadang terlalu agresif. Biasanya saat memperebutkan bola kami unggul namun kali ini lawan lebih unggul,” imbuhnya.

“Kami tak bisa nyaman di lapangan. Kami tak bisa memunculkan permainan kami. Lawan menghentikan kami. Mereka menutup semua pintu dan unggul fisik,” katanya.

“Tekanan untuk kami sangat besar karena semua orang memperkirakan Cile pasti lolos ke putaran berikutnya karena cara kami bermain. Kami juga tahu Australia bukan salah satu tim trbaik di dunia jadi ada tanggung jawab besar di kubu kami,” katanya.

“Saya sama sekali tak menganggap remeh Australia. Level permainan malam ini setara dengan permpat final Piala Dunia, sangat tinggi. Namun yang paling penting kami berhasil mewujudkan target kami. Kini kami harus memikirkan laga melawan Portugal,” ujar Pizzi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *