Drama 5 Gol, Timnas Indonesia Hajar Mongolia

Babak kedua, kondisi lapangan Harapan Bangsa semakin parah. Hal ini pula yang menyebabkan Indonesia kembali kebobolan. Mongolia mendapat penalti setelah Munkh Erdene memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang Satria Tama. Satria dianggap melakukan tekel dengan tangan saat Munkh Erdene menggiring bola.

Wasit Thoriq Alkatiri menunjuk titip putih. Munkh Erdene yang kembali jadi algojo sukses memperdaya Satria Tama dan mengubah kedudukan menjadi 32.

Indonesia kembali menekan. Luis Milla menurunkan amunisi baru, yakni Yabes Roni Malaifani. Kondisi lapangan yang buruk membuat Indonesia kesulitan menembus pertahanan Mongolia meski beberapa kali terjadi kemelut di depan gawang Ariunbold. Selain itu, pemain juga terlihat kelelahan karena fisik terkuras dengan kondisi lapangan yang buruk.

Menjelang laga berakhir, Luis Milla mengganti Evan Dimas dengan Muhammad Arfan. Pada menitmenit akhir, pemain Indonesia lebih banyak melakukan tembakan langsung jarak jauh.

Hingga laga berakhir, kedudukan tetap bertahan 32 untuk Timnas Indonesia . Dengan hasil ini, Indonesia berada di posisi kedua klasemen sementara setelah membukukan dua kemenangan. Posisi puncak dihuni Kyrgyzstan yang pada laga kedua menang 40 atas Brunei Darussalam.