Ini Penyebab Lacazette Tak Puas Meski Cetak 2 Gol

Striker Arsenal Alexandre Lacazette mengaku sedikit frustrasi meski berhasil mencetak dua gol dan membawa timnya menang 4-2 atas tim tamu CSKA Moscow dalam perempat final pertama Liga Europa di Stadion Emirates, Kamis (5/4) atau Jumat dini hari WIB.

Pangkal kekesalannya lantaran dia ditarik keluar pada menit ke-74 dan digantikan oleh Danny Welbeck. Padahal dia ingin bermain lebih lama agar bisa mencetak hat-trick pertamanya untuk klub berjulukan The Gunners ini.

Ramsey membawa tuan rumah unggul pada menit kesembilan. Tim tamu sebenarnya sempat menyamakan skor pada menit ke-15 melalui Aleksandr Golovin.

Namun Arsenal ternyata mampu mencetak tiga gol tambahan. Lacazette mencetak gol pertamanya malam itu dari titik penalti pada menit ke-23 menyusul dilanggarnya Mesut Oezil oleh Georgi Shchennikovl.

Ramsey kembali mencetak gol pada menit ke-28 memanfaatkan umpan silang Oezil. Lacazette mencetak gol keduanya pada menit ke-35. Gol ini terjadi juga berkat assist dari Oezil.

Namun saat pertandingan tersisa 16 menit, Arsene Wenger memutuskan menariknya dari lapangan. Inilah yang membuat mantan penyerang Olympique Lyon ini tak puas. Dia ingin tetap dimainkan sampai laga usai agar bisa mencetak gol ketiga.

Saat ditanya soal raut wajah kesal saat dia digantikan Welbeck, sambil tersenyum Lacazette berujar kepada BT Sport, “Ya, saya ingin (bemain lebih lama) – seperti Rambo, saya pikir,” kata pemain Timnas Prancis ini.

“Ini bukan hari saya untuk mencetak hat-trick pertama namun tak apa-apa. Saya senang.”

Ramsey sebenarnya memiliki kesempatan lebih besar mencetak tiga gol karena dimainkan hingga laga berakhir. Dia bahkan nyaris melakukannya namun peluang emas itu gagal membuahkan gol karena tendangannya mengenai tiang gawang.

“Saya suka berlari ke kotak penalti,” katanya. “Saya punya banyak peluang. Saya senang bisa berkontribusi untuk tim dan di hari lain mungkin saya bisa menyumbang tiga gol, namun bukan itu yang penting,” katanya.

Arsenal akan tandang ke Moscow, Kamis pekan depan. Laga ini dibayangi situasi politik yang memburuk antara Inggris dan Rusia. Namun Ramsey yakin memburuknya hubungan kedua negara tak akan berpengaruh apapun.

“Tidak, tentu saja tidak. Kami ke sana untuk bermain sepakbola. Cuma itu yang kami inginkan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *