Kembali ke Everton, Wayne Rooney seperti Terlahir Kembali

Pulang ke Everton ternyata membantu Wayne Rooney menemukan lagi sentuhan magisnya. Penyerang berusia 32 tahun tersebut terus memamerkan ketajamannya di lini depan The Toffees.

Sejak Manchester United (MU) ditinggal SirAlex Ferguson, karier Rooney di Old Trafford langsung meredup. Baik itu di bawah asuhan David Moyes, Louis van Gaal, maupun Jose Mourinho, Rooney beralih fungsi menjadi pemanas bangku cadangan. Alhasil, dia diserahkan ke Everton secara gratis pada bursa musim panas lalu.

Menariknya, kepindahannya itu justru menjadi angin segar bagi Rooney. Mantan bomber MU itu terlahir lagi bersama Everton. Dia kembali ganas di depan gawang lawan. Kiprah terbaru Rooney terlihat saat membantu Everton mengalahkan Swansea City 3-1 pada partai ke-18 Liga Primer, Selasa (19/12/2017). Dia sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-73 dan memberikan assist kepada Gylfi Sigurdsson (64) di Goodison Park. Gol tuan rumah lainnya dicetak Dominic Calvert-Lewin (45+2).

Rooney sebenarnya bisa mencetak dua gol pada partai kandang itu jika tendangan penaltinya pada babak pertama menemui sasaran. Tapi, kegagalan itu tidak mengurangi pujian untuknya. Pasalnya, dia bisa menunjukkan kemampuannya belum habis. Terbukti, dia kini sudah menghasilkan 10 gol di Liga Primer musim ini atau total 11 gol.

Ini menjadi momen yang paling ditunggu Rooney. Karena, ini pertama kalinya dia mencetak dua digit gol di kompetisi domestik. Maklum, selama dua musim terakhirnya di Old Trafford, dia hanya bisa membukukan delapan gol (2015/2016) dan lima gol (2016/2017) di Liga Primer.

Rooney mengaku perkembangan positif ini karena keputusan Pelatih Everton Sam Allardyce yang mengubah posisinya lebih ke tengah. Dia merasa sangat nyaman dengan perannya sebagai gelandang. Dengan bermain lebih ke dalam membuatnya lebih leluasa bergerak dan melancarkan serangan.

“Ini posisi yang tepat bagi saya pada tahap karier seperti saat ini. Saya dapat memilih momen untuk masuk ke kotak penalti lawan dan kapan harus berada di luar. Saya bisa membantu tim mengendalikan permainan. Saya bisa mencetak gol dan membantu rekan mencetak gol,” kata Rooney, dilansir Daily Mail.

Rooney tidak segan memuji peran Allardyce yang menurutnya sangat luar biasa. Pasalnya, sejak menggantikan Ronald Koeman pada 30 November 2017, Everton dibantunya mencatat tiga menang dan satu imbang di Liga Primer. Alhasil, tetangga Liverpool itu melesat ke peringkat 9 klasemen sementara dengan 25 poin.

“Kami mencetak 11 gol selama lima pertandingan terakhir (Liga Primer). Tim mampu bangkit setelah tertinggal 0-1 dari Swansea dan memenangkan pertandingan. Ini merupakan karakter yang sempat hilang dari Everton,” papar Allardyce.

Allardyce mengaku terkesan dengan kekuatan mental pasukannya meski sempat kebobolan lebih dulu oleh Leroy Fer (35). Konsentrasi tetap terjaga yang melahirkan gol balasan. Karena itu, dia berharap tren positif ini dapat berlanjut saat menjamu Chelsea, Sabtu (23/12/2017). Allardyce juga menilai Everton akan punya masa depan cerah.

Juru taktik berusia 63 tahun tersebut yakin tim asuhannya akan semakin solid jika kedatangan beberapa pemain baru pada bursa transfer Januari mendatang. Terlebih petinggi klub memberinya dukungan penuh dengan membebaskannya berbelanja.

Suka cita Everton berbanding terbalik dengan situasi Swansea. Pasukan Paul Clement menelan dua kekalahan beruntun di dua laga terakhir Liga Primer. Akibatnya, ancaman degradasi semakin menghantui. Pasalnya, The Swans terus menempati dasar klasemen sementara dengan 12 poin.

Posisi Clement ikut terancam dan bisa dipecat kapan saja. Menyadari potensi ini, dia berjanji akan mengembalikan kepercayaan klub dan fans dengan memaksimalkan laga tersisa, terutama saat menyambut Crystal Palace di Liberty Stadium, Sabtu (23/12/2017). “Kami masih memiliki peluang memperbaiki posisi di tabel klasemen. Hal itu akan membuat situasi jauh lebih baik. Saya dan seluruh anggota tim berkonsentrasi untuk mewujudkannya,” tutur Clement.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *