KOLOM: Manchester City Menggila, Liga Inggris Berakhir

Kubu Man City memang tak mau sesumbar dan terang-terangan mengklaim sudah juara. Kyle Walker dan Ilkay Guendogan sama-sama mengatakan, mereka belumlah juara walaupun kini memiliki keunggulan 11 angka. Mereka sama-sama berdalih, masih banyak laga yang harus dilakoni hingga akhir musim nanti.

Seperti diakui Walker, memang itulah yang diajarkan Guardiola. Pelatih asal Katalonia itu memang tak pernah jemawa dan selalu waspada. Bila ditanya apakah timnya sudah juara saat musim belum berakhir, apalagi saat pergantian tahun pun belum terjadi, dia akan menjawab, “Tidak ada trofi yang diraih pada Desember!”

Ketimbang mengumbar kata-kata yang menimbulkan kesan pongah dan mengundang antipati publik, Guardiola lebih suka anak-anak asuhnya memberikan klaim di lapangan. Itulah yang ditunjukkan De Bruyne cs. saat ini.

Cobalah tengok statistik 20 tim Premier League musim ini. The Citizens nyaris menjadi yang terbaik di semua kategori. Koleksi 52 gol dalam 17 pekan menjadikan mereka sebagai tim tertajam, sedangkan 11 gol yang diderita menempatkan mereka sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit, sama dengan Man. United.

Soal tembakan, penguasaan bola, dan akurasi umpan, Man. City juga berada di posisi teratas. Satu-satunya kategori yang gagal mereka puncaki adalah dribel. Untuk urusan yang satu ini, mereka kalah dari Liverpool. The Citizens hanya melakukan 12,2 dribel per pertandingan. Itu 0,3 dribel lebih sedikit dari yang dilakukan para penggawa The Reds.

Dengan keunggulan mutlak di segala hal, sungguh sulit mengharapkan The Citizens empat kali terpeleset sehingga tergelincir dari puncak klasemen. Satu-satunya kemungkinan mereka kalah adalah karena mereka atau Guardiola memang “menghendakinya”. Itulah yang ditunjukkan di kandang Shakhtar Donetsk pada matchday terakhir fase grup Liga Champions.

Sialnya, seperti lawan Shakhtar, Guardiola hanya akan melakukan hal itu bila laga yang dihadapinya tak lagi menentukan nasib timnya. Di liga, dia hanya mungkin melakukannya ketika The Citizens secara de facto sudah juara. Sebelum kepastian didapatkan, Guardiola hanya ingin anak-anak asuhnya meraih tiga poin dari setiap laga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *