Muslim Yang Terlupakan di Spanyol (1)

RIMANEWS-Salah satu peristiwa yang benar-benar tragis dalam sejarah Islam adalah hilangnya al-Andalus, atau Muslim Spanyol. Selama berabad-abad, Semenanjung Iberia adalah tanah Muslim dengan penguasa-penguasa Muslim dan para penduduk Muslim. Pada masa puncaknya, Iberia memiliki lebih dari 5 juta Muslim sebagai mayoritas penduduknya. Penguasa Muslim membangun sebuah peradaban maju berdasarkan iman dan pengetahuan. Di tahun 900-an, ibukota Muslim Spanyol, Cordoba, telah membuka jalan raya, rumah sakit, dan lampu jalan di seluruh kota. Pada saat itu, perpustakaan terbesar Kristen Eropa hanya memiliki 600 buku, sementara ahli kaligrafi Cordoba yang memproduksi 6000 buku per tahun. Masyarakatnya adalah campuran damai dari budaya Eropa dan Afrika, yang diwakili oleh Muslim, Yahudi, dan Kristen yang tinggal berdampingan dengan harmonis. Sayangnya kondisi masyarakat yang hampir ideal ini tidak berlangsung selamanya. Seperti yang disebut “Reconquista”, atau merebut kembali, dari Spanyol oleh raja Katolik berkembang melalui abad ke-11 hingga abad ke-15, Muslim Spanyol menjadi kelompok yang terpinggirkan. Pada tahun 1492, ketika negara Muslim terakhir dari Iberia, Granada, jatuh, Muslim Spanyol menghadapi realitas baru, yaitu pembantaian. Baca Juga 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh Perahu Muslim Rohingya Tenggelam Usai Dikejar Tentara Myanmar Slovakia Cegah Islam Jadi Agama Resmi Trump Akan Tersandera Kerajaan Bisnisnya Pemerintah Minta Umat Islam Lakukan Salat Ghaib Bagi Kaum Rohingya Kependudukan Setelah jatuhnya Granada pada tahun 1492, sebagian besar umat Islam mengharapkan hal tersebut menjadi sebuah kemunduran kecil. Mereka mengira tentara Muslim dari Afrika akan segera datang untuk menebus hilangnya Granada dan membangun kembali negara Muslim. Namun para raja Spanyol baru, Ferdinand dan Isabella, punya rencana lain. Pada bulan Maret tahun 1492, raja Spanyol menandatangani sebuah dekrit yang secara efektif memaksa setiap orang Yahudi yang tersisa untuk ke luar negeri. Ratusan ribu orang Yahudi dipaksa keluar, dengan Kekaisaran Ottoman menerima banyak dari mereka. Sultan Bayezid II dari Kekaisaran Ottoman mengirim seluruh angkatan lautnya ke Spanyol untuk menjemput mereka dan membawa mereka ke Istanbul, guna menghindari pembunuhan massal yang menanti mereka di Spanyol. Kebijakan Spanyol terhadap umat Islam tidak jauh berbeda. Pada tahun 1492, ada sekitar 500.000 Muslim di seluruh Spanyol. Gereja Katolik membuat prioritas untuk mengajak mereka semua agar pindah agama menjadi Kristen karena sekarang mereka tidak memiliki perlindungan dari negara Muslim. Upaya pertama untuk mengajak para Mualaf menjadi Kristen adalah melalui penyuapan. Para Mualaf dihujani hadiah, uang, dan tanah. Pendekatan ini terbukti tidak berhasil, karena kebanyakan dari mereka cepat kembali ke Islam setelah mendapatkan hadiah tersebut….bersambung (Riska/Lost Islamic History) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Muslim , Spanyol , Kriminal , Muslim , Spanyol , Kriminal , Muslim , Spanyol , Kriminal

Sumber: RimaNews