Nenek Moyang Mewariskan Candi, Bukan Candu

Rimanews – Sriwijaya dan Majapahit masih menjadi kebangsaan bangsa Indonesia di Nusantara akan kejayaan nenek moyang di masa lalu. Kebanggaan akan kejayaan nenek moyang itu bahkan menginspirasi para pendiri bangsa seperti Sukarno dan Muhammad Yamin dalam merumuskan dasar dan bentuk negara yang akan lahir bernama Indonesia. Baca Juga JK: Masjid Harus Moderen KPK Ajari Anak-Anak Bahaya Korupsi “Perasaan Saya Hancur” Banyak kesenian dan budaya yang diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia dan masih terus terpelihara hingga kini, seperti batik, wayang kulit, Tari Saman hingga Candi Borobudur yang menjadi salah satu keajaiban dunia. Kata candi merujuk pada bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindhu dan Buddha di Indonesia. Bangunan itu digunakan sebagai tempat memuja dewa-dewi Hindhu atau memuliakan Buddha. Namun, istilah “candi” tidak hanya digunakan masyarakat untuk menyebut tempat ibadah, karena banyak situs-situs purbakala nonreligi dari masa lalu yang berfungsi sebagai istana, pemandian dan gapura yang juga disebut candi. Meskipun banyak ditemukan di Jawa, tetapi beberapa candi juga ditemukan di Bali, Sumatera dan Kalimantan seperti Candi Gunung Kawi di Bali, Candi Muara Takus di Riau atau Candi Tanjungpura di Kalimantan Barat. Cukup banyak candi yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang masih bertahan dan harus terus dipertahankan. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps > 3 2 1 KATA KUNCI : Rokok Kretek , Warisan Budaya , Candi , Sriwijaya , Majapahit , peradaban-sejarah , Budaya

Sumber: RimaNews