Update Referendum Konstitusi Mesir: 98.1% Yes, 1.9% No

RIMANEWS – Setelah pekan lalu melakukan penghitungan suara pada referendum nasional untuk menentukan konstitusi baru Mesir, badan resmi penyelenggara referendum mengumumkan hasil. Rakyat Mesir secara luar biasa telah merestui konstitusi baru, kata juru bicara komisi referendum Mesir, Sabtu 18 Januari 2014 dalam sebuah siaran nasional. Baca Juga Empat Warga Gaza Tewas Tertimbun di Terowongan Pengadilan Kasasi Mesir Batalkan Vonis Mati Mursi Isi Lengkap Surat MUI ke Ulama Mesir Total penghitungan suara referendum nasional Mesir dari lembaga resmi itu menunjukkan angka 98.1% suara menyatakan “Yes” atau setuju dengan pemberlakuan konstitusi baru dan 1.9% memilih “No.” Demikian kata salah satu pejabat komisi referendum kepada wartawan di Cairo. Kepala Komite Konstitusi Mesir menggambarkan momen referendum sebagai satu peristiwa demokratis di negeri Terusan Suez itu sebagai langkah perubahan yang tak terduga, setelah sekitar 20 juta rakyat Mesir yang merepresentasikan 38.6% penduduk dengan hak pilih menyepakati dibuatnya konstitusi baru untuk tanah air mereka. Sementara itu, kubu Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai oposisi pemerintahan militer sementara Mesir, memboikot pelaksanaan referendum yang berlangsung Selasa dan Rabu pekan lalu. Hal itu adalah langkah lanjutan IM dan massa pendukung presiden yang digulingkan, Muhammad Mursi, atas perlakuan tak adil yang mereka dapatkan dari pihak penguasa militer yang dipimpin Jenderal Al-Sisi. Di akun Twitter-nya, Aliansi Anti-Kudeta (militer) yang di-follow oleh sebagian besar pendukung Mursi serta simpatisan IM, menolak hasil rekapitulasi komisi referendum. “98.1% bukanlah demokrasi sejati melainkan kediktatoran tunggal,” tulisnya. Kepala komite referendum menyanjung hasil dari upaya rakyat Mesir menentukan masa depan negeri tercinta pekan lalu, serta mengajak seluruh bangsa untuk terus melaju menuju demokrasi. Kelompok-kelompok pegiat HAM dan demokrasi sangat menaruh perhatian pada perkembangan Mesir. Tindakan represif terhadap kelompok oposisi dan iklim kekerasan yang cenderung meningkat hingga penyelenggaraan referendum pekan lalu sangat mencederai proses demokratisasi di Mesir. Sejak penangkapan Mursi, lebih dari 2200 orang tewas dalam unjuk rasa anti-kudeta militer Mesir. (mf/RM/CNN) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , Mesir , Ikhwanul Muslimin , Referendum Mesir , cairo , Morsi , Konstitusi Baru Mesir , Internasional , Mesir , Ikhwanul Muslimin , Referendum Mesir , cairo , Morsi , Konstitusi Baru Mesir , Internasional , Mesir , Ikhwanul Muslimin , Referendum Mesir , cairo , Morsi , Konstitusi Baru Mesir

Sumber: RimaNews