Pasukan Muda Lazio dan Potensi Masa Depan

Salah satunya adalah kejutan yang ditunjukan oleh Lazio. Hingga di pekan ke-25, Marco Parolo dkk berhasil menempati urutan ke-6 di klasemen sementara.
Berada di posisi tersebut tentunya merupakan pencapaian yang patut disyukuri di tengah begitu ketatnya persaingan yang terjadi di kancah sepak bola tertinggi Italia tersebut sejauh ini. Berada satu strip di bawah zona Eropa, Biancoceleste masih berpeluang besar untuk menyalip lantaran hanya beda satu poin saja dari Atalanta, klub yang berada di atasnya sementara.
Padahal, banyak yang menilai Lazio bakal terpuruk musim ini. Hal ini dikarenakan banyaknya masalah yang terjadi di awal musim. Pertama adalah mundurnya Marcelo Bielsa. Pelatih asal Argentina yang ditunjuk sebagai allenatore hanya menukangi Biancocelesti selama dua hari saja lantaran tidak sependapat dengan pemilik klub.
Lalu, yang kedua adalah banyaknya pemain andalan musim lalu yang memilih pergi bergabung ke klub lain. Salah satu dari sekian banyak pemain yang hengkang adalah Antonio Candreva. Pemain yang telah menjadi pujaan Laziale sekaligus andalan selama lima musim dan menjadi top skor Biancocelesti ini memilih bergabung dengan tim rival, Inter Milan.

Namun, kesulitan tersebut lambat laun dapat teratasi. Simone Inzaghi, pelatih interim musim lalu, ditarik menjadi penggganti Bielsa. Padahal, pelatih muda berusia 40 tahun ini nyaris saja menyetujui tawaran dari klub Serie B, Salernitana sebelum akhirnya manajemen Gli Aqulotti menawarkan pekerjaan kepadanya.
Kehilangan Candreva di awal musim pun tak terus diratapi lantaran kepergian pemain berusia 29 tahun tersebut menjadi anugerah tersendiri bagi pemain muda milik Lazio untuk unjuk gigi. Alih-alih terpuruk, kesebelasan yang bermarkas di Stadion Olimpico Roma ini justru tampil mentereng dengan skuad yang rata-rata berusia muda. Felipe Anderson, pemain yang sebelumnya hanya menjadi pelapis Candreva justru sukses mengantikan peran pendahulunya secara paripurna.
Musim ini , pria asal Brasil tersebut menjadi andalan Inzaghi di posisi sayap kanan. Total ia sukses menyumbang 2 gol dan 10 assist dari 23 pertandingan di Serie A. Bahkan Felipe Anderson hanya dua kali tidak tampil membela Lazio lantaran dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional Brasil dan akumulasi kartu kuning. Pertandingan melawan Empoli pekan lalu membuat pemain yang baru menginjak usia 23 tahun tersebut sudah mengecaps 100 pertandingan bersama Biancocelesti!
Selain Felipe, pemain muda milik Elang Roma lainnya juga unjuk kebolehan. Ada trio pemain bertahan seperti Wesley Hoedt (22),Stefan de Vrij (25), dan Wallace (22) yang membuat posisi belakang Lazio begitu kuat dan kokoh. Musim ini mereka hanya kebobolan 29 gol hingga di pekan ke-25. Hal ini menunjukan bahwa musim ini Biancocelesti lebih sedikit kemasukan ketimbang musim lalu dengan jumlah 34 gol di pekan yang sama.
Di posisi bek sayap, Jordan Lukaku pesepak bola berusia 22 tahun yang juga merupakan adik kandung dari Romero Lukaku ini juga telah tampil 8 kali di Serie A musim ini. Walau tidak tampil secara reguler, namun ia tetap menunjukan potensi yang luar biasa, laman Whoscored menilai penampilannya cukup bagi sejauh ini dengan angka 6.56.

Di posisi tengah dapat dikatakan sebagai posisi yang banyak dihuni oleh pemain muda. Ada Sergej Milinkovic-Savic (21) yang sudah menyumbang 5 gol bagi Lazio sejauh ini. Juga ada alumni Liverpool, Luis Alberto (24) yang telah bermain sebanyak lima kali di Serie A sejauh ini. Belum lagi nama-nama seperti seperti, Ricardo Kishna (21) dan Danilo Cataldi (22) yang kini tengah menjalani masa pinjaman di klub lain.
Lalu yang tengah menjadi sorotan adalah Keita Balde Diao. Pemain berposisi winger yang didatangkan dari La Masia Barcelona dengan biaya murah ini muncul sebagai idola baru Laziale. Musim ini, pria asal Senegal tersebut sudah berhasil mencetak 7 gol dan 3 assist sejauh ini. Tak pelak, ia menjadi incaran klub-klub besar Eropa.
Duet Keita bersama Anderson pun menjelma sebagai pasangan pemain sayap paling mematikan di Serie A dengan torehan 9 gol dan 13 assist sementara. Peran keduanya memudahkan Ciro Immobile yang kembali menemukan ketajamannya dengan berhasil mencetak 13 gol sekaligus menjadi top skor sementara klub.
Melihat Lazio musim ini yang materinya skuadnya diisii oleh pemain dan juga pelatih yang masih muda tentunya membuat kesebelasan asal Kota Roma ini memiliki masa depan yang cerah dan tak ada kekhawatiran yang lebih soal peremajaan tim lantaran skuad Biancazzurri kini tengah disesaki oleh pemain muda yang haus akan prestasi. Bila tiba masanya mereka memasuki usia matang, bisa jadi Biancazzurri akan menjelma menjadi kesebelasan paling berbahaya di Serie A.

sports-okezone.com daftar sbobet Sumber: Supersoccer.co ID