Belajar dari Mourinho

SEPERTI pekan sebelumnya, Fahmi Adam masih terlihat sendiri mendampingi Serpong City. Dengan suaranya yang tak begitu lantang, ia sesekali berteriak memberi instruksi. Meski suaranya tak kencang, pemain terlihat bisa menerima arahan itu. Pada pekan pertama Liga TopSkor U-13 2016/17, tim asuhannya takluk dari Matador Mekarsari. Tak tanggung-tanggung, saat itu Gibran Dewata dan kawan-kawan dilibas dengan skor 1-4. Tetapi setelahnya, Serpong City bisa bangkit dan menyapu bersih tiga kemenangan dengan torehan 10 gol. Menurut Tim Technical Study Group (TSG) Liga TopSkor U-13, penampilan Serpong City paling meningkat. Dari pekan ke pekan, ada saja peningkatan penampilan yang terlihat. Kepercayaan diri tim berkostum merah itu terus terbangun, sejak kekalahan di pekan pembuka. “Pekan sebelumnya Serpong City tidak memiliki organisasi transisi yang baik, tetapi pekan ke empat menerapkan transisi jauh lebih baik. Fahmi Adam memberi arahan dengan baik. Cara ia mengorganisasi tim pun sangat baik,” kata anggota TSG Deris Herdiansyah. Bagi Fahmi, masukan dari TSG sangat membantunya dalam mengembangkan kemampuan. Sebelum dan sesudah pertandingan di Liga TopSkor U-13, pria 23 tahun juga selalu konsultasi dengan pelatih kepala Serpong City. Dengan konsultasi, anak pertama dari pasangan Fauzi dan Yani ini bisa mendapat solusi. Menurut Fahmi menangani tim usia muda, memang banyak tantangan dan pelajarannya. Salah satunya, bagaimana meningkatkan mental bertanding pemain. Tanpa sentuhan yang tepat, pemain yang diajar malah kesal dan mengabaikan arahan. Karena itu, tak hanya bertindak sebagai pelatih, Fahmi juga menjadi teman bagi pemainnya. “Filosofi melatih saya itu yang pertama pemain harus bisa build-up, kedua kuat penguasaan bola, ketiga kuat merebut bola, dan keempat berani melakukan akselerasi. Empat hal ini yang menjadi penekanan saya dalam melatih tim usia muda,” kata pelatih berlisensi D nasional itu. Tak cukup sampai disitu, penyuka klub Real Madrid ini memanfaatkan hobinya menonton bola untuk mengambil pelajaran. Secara khusus, Fahmi menaruh perhatian lebih pada sosok Jose Mourinho, yang kini menangani klub Inggris Manchester United. Ia mengaku, banyak pelajaran yang diperoleh. “Beberapa kali strategi yang diterapkan Mourinho saya terapkan dalam pertandingan. Saya hanya tak pernah mempraktikkan strategi parkir bus Mourinho. Ini tak baik untuk tim usia muda. Saya ingin tim yang selalu menyerang,” kata penyuka makan pedas dan asin itu. Terkait penghargaan coach of the week Liga TopSkor U-13 pekan keempat, ia berharap ini bisa jadi motivasi. Perjalanan kompetisi masih sangat panjang dan setiap tim terus berupaya memperbaiki diri. Sebagai pribadi, Fahmi akan terus belajar dan mengembangkan diri.* ABDUL SUSILA Biodata Nama : Fahmi Adam Triansyah Lahir : Tangerang, 19 Mei 1993 Tinggi : 172 cm Berat : 85 kg Ibu : Yani Ayah : Fauzi Saudara : Anak pertama dari tiga bersaudara Hobi : Bulutangkis, Renang Karier Pemain – Persikota U-15 – Persita U-18 Karier Pelatih – Persigawa Selatan (Gunung Sindur) – SSB Abstrak Bintaro – Serpong City (sejak 2012) BERITA TERKAIT Cari Lapangan yang Representatif 287 0 Berjuang di Tengah Keterbatasan 133 0 FAT Siap Dukung Liga TopSkor di Musim Depan 213 0 Aksi Impresif Tim Dadakan 154 0 Jorge Kecewa Sikap Pemain 191 0

Sumber: TopSkor ID