Kejaksaan Agung Tahan Lagi Satu Pejabat Dishub DKI

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung kembali mengandangkan seorang pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, I Gusti Ngurah Wirawan terkait kasus dugaan korupsi proyek penggadaan Bus TransJakarta senilai Rp150 miiiar, tahun anggaran 2012. Gusti, yang kini masih masih menjabat sebagai Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI adalah tersangka kasus Bus TransJakarta 2012. Dia ditahan di Rutan Salemba cabang Rutan Kejagung. “Pemahanan tersangka, karena tim penyidik memiliki alasan guna kelancaran penyidikan,” kata Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Sarjono Turin di Gedung Bundar, Kejagung. Gusti lebih memilih bungkam dan pasrah atas penahanan yang dilakukan oleh tim penyidik. Dia ditahan usai menjalani pemeriksaan dari pukul 10.00 wib sampai 13.00 wib. Dengan ditahannya Gusti, maka tinggal satu tersangka lagi yang belum ditahan, yakni Gun selaku Direktur Utama PT SGDP. Dua tersangka lainnya, mantan Kadishub DKI Udar Pristono dan mantan anak buahnya Hasbi Hasibuan sudah terlebih dahulu ditahan di Rutan Kejagung, kecuali Udar yang dipindah ke Rutan Cipinang seiring temuan uang dan alat lain, dalam blusukan oleh Sarjono Turin di Rutan Kejagung, belum lama ini. SEBANYAK RP2 MILIAR Kapuspenkum Tony Tribagus Spontana menyebutkan sampai kini telah disita uang tunai dalam kasus tersebut sebanyak Rp2 miliar lebih. “Sebanyak Rp1 miliar lebih dari tersangka GW ( Direktur Utama PT SGDP. Sisanya, Rp 1 miliar disita dari 60 anggota dan pengendali teknis yang mendapatkan honor tidak sah dari proyek pengadaan bus tersebut,” kata Tony secara terpisah. Tentang nasib 60 orang yang menerima honor, Tony belum dapat menjelaskan lebih lanjut statusnya, sebab hal itu menjadi kewenangan tim penyidik. “Sampai kini, mereka sebagai saksi.” KENDARAAN Jampidsus R. Widyo Pramono menambahkan tim penyidik akan menyita aset-aset milik Udar Pristono terkait penggenaan tindak pidana pencucian uang. “Ya, kita telah minta tim penyidik, untuk menyita aset-aset lain, seperti kendaraan-kendaraan roda empat dan lainnya,” ujarnya seraya melirik ke Sarjoono Turin. Turin melanjutkan penyitaan terus dilakukan, dalam upaya pengembalian kerugian negara dalam kasus Bus TransJakarta. “Kita akan sita semua yang terkait dengan TPPU,” tegasnya. (ahi/sir)

Sumber: PoskotaNews