Sepuluh Momen 2013

Poker Domino Sebelum 2013 berakhir, tentu banyak peristiwa yang menyertainya di sepanjang tahun ini. Saya memilih sepuluh momen olah raga dari dalam dan luar negeri yang menyita perhatian, baik dari sisi tokoh, momen, atau sensasinya. Inilah sepuluh momen itu… 10: Nelson Mandela wafat (5 Desember 2013, 95 tahun) Saking tenarnya nama ini, semua berhak mengenang Mandela dengan cara masing-masing. Buat dunia olah raga, Mandela berjasa besar mendatangkan Piala Dunia untuk kali pertama ke Afrika pada 2010, tepatnya ke negerinya sendiri, Afsel. Dan, ini yang menarik, pada acara-acara resmi di mana pun Mandela sering terlihat mengenakan batik, pakaian kebanggaan kita! 9: Andy Murray juara Wimbledon (Juli 2013) Mengalahkan pemain nomor satu dunia yang juga juara bertahan, main di depan publik sendiri, dan mengakhiri penantian 77 tahun publik Britania Raya melihat juara Wimbledon dari tanah mereka. Andy Murray raja di Wimbledon, momen fantastis. 8: Pesta beruntun di GBK (Juni-Juli 2013) Animo penggemar sepak bola terpuaskan saat membanjiri Gelora Bung Karno (GBK) pada Juni-Juli. Secara beruntun mereka kedatangan bintang-bintang top, dari timnas Belanda (7 Juni), lalu Arsenal (14 Juli), Liverpool (20 Juli), dan terakhir Chelsea (25 Juli). Banyak gol tercipta, mereka puas kita pun sama. Khusus laga Indonesia vs Belanda, itu menandai lahirnya Harian Olah Raga BOLA, sumbangsih kami bagi olah raga Indonesia. 7: Chris John pensiun (Desember 2013, 34 tahun) Sekali kalah tak akan bisa menghapus sepuluh tahun karier hebat Chris John. Bagaimanapun, dia adalah petinju profesional terbaik Indonesia. Kekalahan TKO dari Simpiwe Vetyeka di ronde keenam pada partai terakhirnya di ring profesional kelas bulu WBA menjadi penyebab Sang Naga mundur secara terhormat. Chris mempertahankan gelarnya sebanyak 18 kali sebelum kalah dari petinju Afsel tersebut. WBA bahkan teramat menghormatinya dengan memberikan gelar Super Champion dan Petinju Dekade Ini. 6: Indonesia mengalahkan Malaysia (semifinal SEAG 2013) Mengalahkan Malaysia adalah segalanya bagi Indonesia. Dua final bergengsi bagi kedua negara, Piala AFF 2010 dan SEA Games 2011, dan keduanya berpuncak di Jakarta!, Indonesia kalah. Makanya, ketika Kurnia Meiga dkk. berhasil menyingkirkan Malaysia di semifinal SEAG 2013 Myanmar lewat adu penalti, itu jelas momen hebat walau emas gagal diraih. 5: Serba-20 buat Manchester United (Mei 2013) Suka atau tidak, Manchester United selalu jadi omongan. Ada fakta menarik di akhir musim lalu. Mereka berhasil meraih gelar juara Liga Inggris untuk kali ke-20. Andil bintang baru mereka, Robin van Persie, tak terelakkan, dan dia memakai nomor 20. Sepanjang musim itu, ternyata jumlah pemain yang mencetak gol buat Red Devils adalah…20! 4: Muenchen vs Barcelona, agregat 7-0 (April-Mei 2013) Bagi saya, gelar juara Liga Champion kelima bukan hal luar biasa untuk Bayern Muenchen . Yang paling membuat shock adalah di semifinal. Tim sehebat Barcelona mereka buat bukan sekadar kalah, tapi terkapar! Bayangkan, Lionel Messi dkk. dibuat mati kutu, mencetak gol pun tak bisa termasuk di Camp Nou. Skor agregat fantastis, 7-0, pasti membuat penggemar Muenchen memutar ulang ribuan kali videonya. 3: Sir Alex Ferguson pensiun (Mei 2013, 71 tahun) Momen itu akhirnya benar-benar terwujud, Sir Alex Ferguson pensiun! Terkejut, sedih, sampai mungkin ada pula yang senang. Fergie adalah manajer terbaik yang pernah ada di sepak bola Inggris, kalau bukan di dunia. Selama 26 tahun dia mengubah Manchester United menjadi klub yang jarang juara menjadi sering juara, klub yang bisnisnya biasa-biasa saja menjadi klub dengan status brand terbaik di dunia. Koleksinya: 13 titel Premier League, 2 Liga Champion, 2 Piala Dunia Klub, 5 Piala FA, 4 Piala Liga, 1 Piala Winner Eropa, dan 1 Piala Super Eropa. 2: Marc Marquez juara dunia MotoGP Tak ada yang menyangka Marc Marquez akan langsung menyihir dunia pada debutnya di Motogp di usia 20. Semua rekor terbaik ia pecahkan atau ia buat baru. Marquez memang rookie fenomenal. Di balapan-balapan sulit dia berhasil menang, padahal lawan-lawan adalah dedengkot Motogp. Bagi saya, pencapaian Marquez ini nilainya melebihi raihan empat titel F1 beruntun Sebastian Vettel, juga di usia muda, 26 tahun. 1: Sensasi Timnas U-19 Tak ada topan dan badai, tiba-tiba bangsa Indonesia mendapat anugerah dari langit. Anugerah terindah itu adalah timnas U-19. Mereka seperti bukan sekumpulan pemain sepak bola Indonesia. Beda, sungguh berbeda. Skill, cara bermain, kebugaran fisik, sampai yang terpenting, prestasi, semua dikumpulkan oleh pasukan Indra Sjafri ini. Sebelum Piala AFF U-19 tak ada yang mengenal fasih Evan Dimas cs., tapi setelahnya justru mereka seolah-olah dianggap sebagai timnas ideal, apalagi sesudah berhasil mengalahkan Korea Selatan secara spektakuler di partai terakhir Kualifikasi Piala AFC U-19 2014. Akhirnya sepak bola Indonesia punya harapan. arf@bolanews.com (Tulisan ini dimuat di Harian Olah Raga BOLA, rubrik Sepuluh Jari, pada Kamis, 26 Desember 2013)

Sumber: Juara.net