Sering Duduk di Bangku Cadangan, Alvaro Morata Turun Pamor?

Penyerang Chelsea Alvaro Morata bukan lagi pemain yang tak tersentuh dalam starting line-up The Blues. Penyerang asal Spanyol itu sepertinya harus mulai terbiasa dengan bangku cadangan. Hal tersebut dapat terlihat pada dua pertandingan terakhir, yakni melawan Huddersfield Town dan Southampton. Menghadapi Huddersfield, Morata sama sekali tidak turun. Sementara menghadapi Southampton, dia baru masuk pada menit ke-74.

Sebagai pengganti, Pelatih Chelsea Antonio Conte memasang Eden Hazard sebagai penyerang tengah dalam formasi 3-4-2-1. Hasilnya, Chelsea mampu menundukkan Huddersfield 3-1 dan Southampton 1-0 melalui gol tunggal Marcos Alonso.

Kondisi tersebut membuat spekulasi beredar jika Morata sudah mulai kehilangan pamor di depan Conte. Apalagi, produktivitas mantan penyerang Juventus itu tidak kunjung membaik dan seperti berhenti di angka 9 gol, meski Hazard sudah kembali. Meski absennya Morata saat melawan Huddersfield karena alasan kebugaran, hal itu tak memunculkan rumor jika Conte sedang memberi peringatan kepada pemainnya tersebut. Apalagi, The Blues sudah memperlihatkan jika tanpa penyerang murni pun mereka tetap bisa meraih kemenangan di dua pertandingan terakhir.

Tekanan kepada Morata sangat beralasan. Karena, pemain berusia 25 tahun itu baru mencetak dua gol dalam delapan pertandingan terakhir. Imbasnya, jika sebelumnya dia meramaikan bursa top skor, menjelang Desember, peluangnya menjadi mengecil. Morata jauh tertinggal dari Mohamed Salah (14 gol), Harry Kane (12), bahkan sudah terlewati penyerang gaek asal Everton Wayne Rooney (10).

Nah, menjelang pertandingan melawan Bournemouth di perempat final Piala Liga, Morata kemungkinan akan dicadangkan kembali. “Saya ingin memberikan kesempatan kepada pemain yang tidak tampil reguler untuk bermain. Kebijakan ini akan kami lanjutkan, tapi tetap memiliki ambisi melangkah ke semifinal,” kata Conte, kepada Chelsea TV.

Alasan rotasi boleh jadi benar. Conte memang tidak memiliki pilihan memaksimalkan semua pemain yang dimiliki. Dia harus pandai membuat pilihan starting line-up karena jadwal padat yang akan dijalani selama 18 hari ke depan. Mulai dini hari nanti sampai pekan pertama Januari, Garry Cahill dkk akan menjalani enam pertandingan untuk tiga ajang berbeda. Artinya, Chelsea akan bermain tiga hari sekali. Dimulai menghadapi Bournemouth di Piala Liga, berturut-turut akan bermain melawan Everton, Brighton, Stoke City, dan Arsenal di Liga Primer serta Norwich City (Piala FA).

Masalahnya, pendukung Chelsea belum sepenuhnya puas dengan penampilan Morata. Fans The Blues ingin Conte mendapatkan penyerang dengan kualitas seperti Didier Drogba. “Dua pemain dengan karakteristik berbeda,” kata Conte. Drogba, lanjut Conte, lebih bertenaga. Tapi, Morata masih memiliki kesempatan untuk terus berkembang. “Dia (Morata) memiliki fisik kuat dan teknis bagus. Jadi, saya melihat masa depan pada dirinya,” tutur pelatih asal Italia itu.

Bukan Chelsea saja yang memiliki jadwal padat. Pemuncak klasemen Manchester City (Man City), Manchester United (MU), dan Arsenal juga memiliki agenda enam pertandingan selama periode pertengahan Desember sampai awal Januari. Beban lebih ringan dimiliki Liverpool dan Tottenham Hotspur yang hanya menyisakan lima laga sampai awal Januari mendatang.

MU, misalnya. Mereka akan berhadapan dengan Bristol City di Piala Liga. Pada laga ini, Pelatih MU Jose Mourinho mulai bisa menggunakan jasa Paul Pogba karena sudah selesai menjalani sanksi tiga laga. MU telah memperlihatkan sudah kembali dalam kondisi terbaik setelah dikalahkan Man City. “Kami bermain sangat baik dan bahkan menit-menit terakhir. Saya senang dengan performa tim dan usaha individu para pemain,” ujar Mourinho, setelah timnya mengalahkan West Bromwich Albion.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *