Di Antara Macan Asia, Korsel Paling Lambat Kejar Amerika Serikat

Rimanews – Survei bersama yang dilakukan oleh harian Korsel Chosun Ilbo dan tim peneliti yang dipimpin Proefsor Lee Keun dari Universitas Nasional Seoul mengungkap bahwa Korsel paling lambat dalam mengejar ketertinggalannya dengan Amrik bila dibandingkan dengan Tiongkok, Singapura, dan Taiwan. Pun dengan negara maju seperti Jerman dan Jepang. Korsel menempati peringkat ke-23 dalam kecepatan pertumbuhan ekonomi pada 2013, ungkap survei tersebut. Baca Juga Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika Presiden Korsel Mundur April Abe Akan Jadi PM Jepang Pertama Kunjungi Pearl Harbor Jepang Kenalkan Keripik Kentang Basah, Tertarik Mencoba? Ditto Akhirnya Muncul dan Tertangkap di Jepang Survei ini mengevaluasi bagaimana sebuah negara dapat mengejar ketertinggalannya dengan negara superpower ekonomi berdasarkan tingkat pendapatan dari kemampuan daya beli per kapita ( purchasing power parity per capita/ PPP) dan peringkat perekonomiannya dalam ekonomi dunia. (chosun) Berdasar PPP, maka GDP Korsel tahun lalu sebesar 28.644 dolar AS dan berkontribusi 1,7 persen terhadap total GDP global. Tapi ini kalah jauh dengan GDP Singapura berdasarkan PPP yang menempati peringkat ke-4 (55.739 dolar AS), Jepang di tempat ke-5 (31.864 dolar AS), Tiongkok di tempat ke-6, Hong Kong kesembilan, dan Taiwan di urutan ke-18. Korsel harus berpuas diri menempati peringkat ke-24. “Perbedaan kecepatan mulai muncul pada 4 macan Asia: Korea, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan. Padahal dulu perekenomian keempatnya sempat hampir sama,” ungkap Lee. Pendapatan per kapita Korsel selama beberapa tahun terakhir bertahan di kisaran 90 persen dari pendapatan per kapita penduduk Jepang. Pertumbuhan drastis mengejar Jepang dimulai pada 1990an. Pada saat itu pendapatan per kapita Korsel masih 40,8 persen dari Jepang dan akhirnya menjadi 86,7 persen pada 2010, dan terus naik menjadi 89,1 pada 2012 dan 89,9 persen pada 2013. Sebagai perbandingan, pada tahun 1990an pendapatan penduduk Taiwan adalah 51 persen dari Jepang. Namun, pada 2005 pendapatan per kapita Taiwan mengejar hingga 87,6 persen dari Jepang. Untuk pertama kalinya pada tahun 2010, pendapatan per kapita Taiwan justru melebihi Jepang dengan presentase 103,9 persen dan mencapai 107 persen pada 2012 dan 2013. “Kondisi perekonomian Jepang dan Korea mirip, termasuk jumlah penduduk usia tuanya. Jika pertumbuhan ekonomi Korea mentok di level ini, mungkin tak akan pernah bisa mengejar Jepang,” tandas Lee. Tak bisa mengejar Jepang, berarti akan semakin susah juga mengejar ketertinggalan ekonomi dengan AS yang lebih menguasai pasar dan perkenomian dunia. (chosun) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Korsel , AS , Jepang , GDP , Macan Asia , Ekonomi

Sumber: RimaNews