Hubungan Diplomatik AS-Filipina Memburuk

Singapore 4d Manila – Hubungan diplomatik Filipina dan Amerika Serikat (AS) dinilai memburuk, seiring sikap membangkang yang ditunjukkan Presiden Rodrigo Duterte terkait kritik pemimpin dunia atas kebijakan perang melawan narkoba yang diterapkannya. Sejumlah analis memprediksi Duterte akan berusaha untuk mencari hubungan baik dengan negara lain di luar AS, termasuk dengan musuh maritimnya, Tiongkok. Dalam suatu kesempatan, Duterte memberi sinyal hubungan baik Filipina dengan Tiongkok. Di hadapan pengusaha Tiongkok, dia menyebut akan lebih sering mengunjungi Tiongkok pada tahun ini. Kemungkinan juga, Duterte akan meredam kasus sengketa teritorialnya dengan Tiongkok, termasuk soal Pulau Karang Scarborough. Sebelumnya, Duterte kembali mengecam balik kritikus utamanya, Leila de Lima, seorang senator yang memimpin penyelidikan HAM dalam perang narkoba Duterte. Serangan balik Duterte berakhir setelah ia berhasil menumbangkan De Lima sebagai kepala penyelidikan di Senat. Pada Kamis (22/9), Menteri Kehakiman Vitaliano Aguirre mengatakan bahwa De Lima akan dikenakan tuntutan atas keterlibatan dalam perdagangan narkoba. Tuntutan ini bisa berakibat De Lima menghabiskan hukuman selama 30 tahun di penjara. Duterte telah menyerang kredibilitas De Lima berulang kali, menuduhnya berselingkuh dengan staf pribadi. Dia juga menyebut De Lima menerima uang suap dan mengatur peredaran narkoba di salah satu penjara terbesar Filipina. Sebaliknya, De Lima membantah tuduhan telah berkolusi dengan geng pengedar narkoba. Tuduhan itu dinilai sangat aneh, keterlaluan dan “menggelikan”. De Lima mengaku tidak lagi merasa aman dan menerima ratusan ancaman dan pesan kebencian. Unggul Wirawan/JAI Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu