Lavitrap, Solusi Jitu Mencegah Zika

Singapore 4d JAKARTA –Baru-baru ini Kementerian Kesehatan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memasang alat bernama Lavitrap di wilayah bandara. Alat perangkap larva nyamuk itu dipasang untuk mengantisipasi merebaknya virus Zika yang sudah menjangkiti 250 orang di Singapura. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Godrej Indonesia melalui produk HIT bekerja sama untuk menanggulangi penyebaran Zika. “Penggunaan Lavitrap merupakan pengembangan dari metode sebelumnya yang diterapkan Singapura yakni Omnitrap. Bedanya jika Omnitrap berfungsi mematikan telur (ovum) nyamuk, Larvatrap sedikit lebih unggul karena memutus perkembangbiakan nyamuk mulai dari jentik,” ujar dr. Ririe Fachrina Malisie, anggota IDI Provinsi Riau dalam Konferensi Pers 3M Plus Lavitrap di Kantor Pusat IDI, Menteng, Jakarta Pusat. Menurut Ririe, penggunaan Lavitrap perlu disosialisasikan untuk mencegah Zika masuk ke wilayah Indonesia. “Pemasangan Lavitrap ini merupakan salah satu cara memutus mata rantai kehidupan nyamuk. Lavitrap merupakan gerakan plus yang harus dilakukan setelah 3M (Menutup, Menguras, Mengubur) untuk mencegah penyebaran Zika,” tambahnya. Sebelumnya KKP telah melakukan pemasangan thermal scanner, tapi hal ini belum sepenuhnya efektif dalam mengidentifikasi dan memeriksa seluruh penumpang. Penggunaan Lavitrap sangat mudah diterapkan di berbagai tempat. Hanya bermodal botol bekas air mineral yang dipotong menjadi dua bagian, bagian leher botol dimasukkan ke dalam bagian perut botol dan ditutup pada bagian atasnya. Dari cara tersebut, jentik nyamuk akan mudah terkena perangkap sederhana ini. (mg5/JPNN) 0 share 0 tweet 0 +1

Sumber: JPNN