PBB: IS Bunuh 232 Orang di Mosul

Singapore 4d Jenewa – Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan kelompok Negara Islam (IS) telah membunuh 232 orang di dekat Mosul, Irak, dalam satu pekan terakhir. Pada Jumat (28/10), juru bicara kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Ravina Shamdasani mengatakan ratusan orang itu dibunuh saat militer Irak berhasil memukul mundur milisi IS dari kota Mosul. “Rabu lalu, 232 warga sipil dilaporkan ditembak mati. Dari jumlah tersebut, ada 190 mantan perwira Pasukan Keamanan Irak. Laporan-laporan ini telah dipastikan sejauh mungkin,” kata Shamdasani wartawan di Jenewa, seraya menekankan bahwa jumlah orang yang tewas dalam beberapa hari terakhir bisa terus bertambah. Shamdasani mengatakan tindakan eksekusi pembunuhan dilakukan saat IS merangsek maju. IS menggunakan strategi dengan memaksa orang yang tinggal di dekat kota Irak utara pergi ke Mosul, benteng terakhir kelompok di Irak. Dikatakan, IS yang juga dikenal sebagai ISIL, telah menculik hampir 8.000 keluarga atau lebih dari 47.000 orang dan memaksa mereka dengan todongan senjata menuju ke lokasi strategis IS. Kantor HAM PBB menyatakan anggota IS bertujuan untuk menggunakan orang-orang ini sebagai “perisai manusia” dalam pertempuran berikutnya di Mosul dalam menghadapi pasukan elit Irak yang didukung Amerika Serikat (AS). “IS telah memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka di beberapa kabupaten di sekitar Mosul. Banyak dari mereka yang menolak untuk mematuhi ditembak di tempat. Bahkan di antara mereka yang tidak mematuhi, termasuk 190 mantan petugas ISF (Satuan Keamanan Irak) dan 42 warga sipil lainnya telah ditembak mati,” ujarnya. Ratusan orang yang dieksekusi termasuk warga sipil yang menolak untuk mematuhi perintah relokasi dan mereka yang sebelumnya bekerja untuk layanan keamanan pemerintah. “Biadab, strategi pengecut ISIL adalah untuk mencoba menggunakan kehadiran sandera sipil untuk membuat titik-titik tertentu, daerah atau pasukan militer aman dari operasi militer.. Secara efektif, mereka menggunakan puluhan ribu perempuan, laki-laki, dan anak-anak sebagai perisai manusia,” kata Shamdasani. Laporan menunjukkan bahwa IS telah menculik sedikitnya 5.370 keluarga dari seluruh al Syura dan 150 keluarga lainnya dari seluruh Hammam al-Alil. Sebanyak 160 keluarga lainnya telah dilaporkan diculik dari seluruh wilayah Qayyara, dan 2.210 keluarga dari daerah Nimrud, kabupaten Hamdaniya. Unggul Wirawan/WIR Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu