“Pengaturan Skor Tidak Mudah Terjadi dalam Laga Internasional”

Singapore 4d Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu tim Advokasi #IndonesiaVSMafiaBola, Muhammad Isnur, membeberkan perkembangan kasus pengaturan skor yang diduga melanda sepak bola Indonesia. Menurutnya, salah satu bentuk judi tersebut tidak mudah terjadi dalam event besar. “BS cerita soal mafia itu kalau enggak banyak yang bermain dalam event level internasional. karena jika dilakukan bakal mudah dilacak PPATK,” ujar Isnur dalam tayangan Primetimenews, Rabu (17/6/2015). Baca juga Terlibat Suap, FIFA Hukum Presiden Sepak Bola Nepal dan Laos Komdis PSSI Resmi Jatuhkan Sanksi kepada Empat Tersangka Kasus Suap Bongkar Skandal “Sepak Bola Gajah”, 4 Pemain PSS Dipanggil Komdis PSSI Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Meski begitu, lanjutnya, Kekalahan Timnas U-23 pada ajang SEA Games 2015, Singapura, tetap memiliki indikasi kasus pengaturan skor. “Tentang SEA Games, BS mengakui sudah berhenti main. Tapi, dia sempat bertanya kepada temannya yang merupakan bandar dan jawabannya masih ada permainan itu,” imbuhnya. Pernyataan Isnur merujuk dari laporan salah satu aktor pengaturan skor asal Indonesia yang diketahui berinisial BS. Dalam laporan BS yang sudah dikumpulkannya selama lima tahun (2000-2015), Isnur mengaku sudah memiliki 18 jenis kasus yang melibatkan Indonesia dengan judi pengaturan skor. Sejauh ini, tim Advokasi #IndonesiaVSMafiaBola, sudah membeberkan salah satu bukti BS yang berupa rekaman percakapan transaksi via telepon antara BS dan sang bandar. (RIZ)

Sumber: MetroTVNews