Puncak mudik di Stasiun Rangkasbitung diprediksi H-2

Lebak ( News) – Puncak arus pemudik pengguna angkutan kereta api di Stasiun Kereta Api Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten diprediksi bakal terjadi pada H-2 Lebaran atau Selasa (4/7). “Kami memperkirakan puncak pemudik H-2 mencapai 12.000 orang,” kata Kepala Stasiun KA Rangkasbitung Andri di Lebak, Kamis. Diperkiraan puncak mudik tahun ini meningkat empat persen dibandingkan tahun 2015 hingga mencapai 10.400 orang. Kebanyakan pemudik yang turun melalui Stasiun Rangkasbitung dari stasiun Angke, Tanahabang, Palmerah, Kebayoran, Serpong, Serang, Cilegon dan Merak. Pemudik akan merayakan lebaran di kampung halaman di wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. “Kami menjamin semua penumpang yang hendak mudik itu berjalan lancar dan tertib,” katanya. Menurut dia, puncak mudik lebaran akan jatuh H-2 karena sudah diberlakukan cuti bersama baik di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS) maupun Badan Usaha Milik Negara (BMUN). Selain itu juga perusahaan swasta, tenaga lepas harian, buruh, pabrik dan asisten rumah tangga. Namun demikian, angkutan lebaran tahun ini tidak ada penambahan kereta karena masih terlayani dengan baik. Saat ini, PT KAI Stasiun Rangkasbitung dalam pelayanan mudik lebaran tahun 2015 mengoperasikan sembilan kereta api. Kesembilan kereta api tersebut terdiri dari KA Kelas Ekonomi, Ekspres Rangkasjaya, KA Ekspres Kalimaya dan Ekspres Krakatau dengan dua kali kedatangan dan keberangkatan. Selain itu juga pengamanan melibatkan tim gabungan terdiri dari TNI, Kepolisian, Polsuska dan PKD. “Kami mengoptimalkan pengamanan ketat agar para penumpang tidak menjadi korban pencopetan dan kejahatan lainnya,” ujarnya menjelaskan. Ia mengatakan, pihaknya kini telah menyediakan sarana dan fasilitas pemudik dengan menyediakan kursi roda untuk pemudik difabel juga ruangan menyusui ibu. Disamping itu juga melayani medis dengan membuka posko kesehatan, toilet gratis dan charger. “Fasilitas itu untuk pelayanan dan kenyamanan kepada pemudik yang hendak pulang kampung,” katanya. Siti Aminah (35) mengaku sebagai penata rumah tangga di Jakarta Pusat jika mudik ke kampung halaman di Kecamatan Leuwidamar menggunakan kereta dengan alasan murah, aman dan nyaman juga kedatangan tepat waktu. “Kami sudah tiga tahun bekerja di Jakarta dan setiap lebaran pulang mudik menggunakan KA,” katanya. Begitu pula, Ujang (40), seorang pemudik warga Kecamatan Cibadak mengaku dirinya setiap menjelang Lebaran pulang ke kampung halaman menggunakan kereta karena lebih nyaman dan aman. “Kami lebih tenang naik moda transportase KA dibandingkan angkutan bus,” katanya. Editor: Suryanto COPYRIGHT © 2016

Sumber: AntaraNews