September, Pelindo IV Buka Jalur Ekspor Langsung dari Balikpapan

Singapore 4d Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV akan membuka jalur pengapalan langsung ke luar negeri atau direct call dari Balikpapan, Kalimantan Timur mulai pekan ketiga September 2016. Hal itu sebagai bagian dari rencana operator pelabuhan itu untuk meningkakan konektivitas di Kawasan Timur Indonesia. Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengungkapkan, dengan adanya pelayaran langsung ke luar negeri itu, dapat menghasilkan sejumlah benefit atau imbal jasa. Salah satunya adakah pemerintah daerah (pemda) akan memperoleh pajak ekspor, sehingga menambah jumlah pendapatan asli daerah (PAD). “Selama ini barang-barang yang diekspor dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) berupa hasil hutan, tambang, perkebunan, dan perikanan selalu dikirim melalui Surabaya, Jawa Timur sehingga itu dianggap produk dari Jawa Timur,” ujar Doso dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (14/8). Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyambut baik rencana Pelindo IV untuk membuka jalur direct call dari Balikpapan. Dia juga berjanji, kan mendukung sepenuhnya langkah itu agar barang-barang dari Kaltim dan Kaltara yang akan diekspor dapat memanfaatkan jalur ini. Bahkan, dalam waktu dekat, dia akan mengumpulkan para eksportir dan pihak perbankan, untuk menyosialisasikan rencana direct call dari Balikpapan. Di sisi lain, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Balikpapan juga mendukung rencana direct call melalui Balikpapan. Ketua ALFI Balikpapan Faisal Tola mengungkapkan, dengan adanya operasional pengapalan langsung itu bisa memangkas biaya logistik yang selama ini dikeluarkan oleh para pengusaha di Kaltim. “Penerapan direct call menjadi kabar baik karena dapat menghemat biaya logistik pengusaha di Kaltim. Selama ini rutenya lebih jauh harus ke Jakarta atau Surabaya,” ujar Tola. Nantinya juga, pengusaha tidak perlu mengeluarkan ongkos bongkar muat di Surabaya atau Jakarta, maupun Singapura. Faisal menambahkan dengan direct call pasti kuota ekspor dari Balikpapan akan terpenuhi dengan sejumlah komoditi andalannya. “Dan pengusaha yang masih melakukan ekspor melalui Surabaya harusnya melihat peluang tersebut,” tutur dia. Thresa Sandra Desfika/JAS BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu