Angkat Besi Waspadai Skandal Doping di Olimpiade

BERITA TERKAIT Sri Wahyuni Agustiani Refreshing di Gunung Bonus Olimpiade Cair, Bukti Pemerintah Peduli Atlet 2 November, Bonus Olimpiade Cair Ke depan, Kemenpora Akan Fokus Cabor Prioritas Olimpiade Indopos.co.id -Gencarnya kasus doping yang menimpa Rusia, tampaknya menjadi perhatian besar untuk pasukan Indonesia di Olimpiade 2016. Salah satunya dari cabang Angkat besi yang rentan dengan penggunaan obat terlarang itu. Direktur Performa Tinggi Angkat Besi Alamsyah Wijaya mengatakan, masalah yang tengah diderita Rusia memang menjadi masalah yang sangat memprihatinkan di dunia olahraga. Oleh karena itu, dia sudah jauh-jauh hari mengantisipasi hal tersebut kepada para atletnya yang akan bertarung di Olimpiade Rio de Jeneiro, Brasil, 6-16 Agustus nanti. “Kita sudah mengantisipasi dengan permasalahan doping ini. Karena kita selalu melakukan edukasi penting mengenai nutrisi, doping, dan berbagai hal lainnya. Jadi, kita tidak hanya sekedar melakukan latihan dan bertanding,” ungkap Alamsyah kepada wartawan, kemarin. “Kita juga memiliki ahli nutrisi dan pelatih sendiri yang kita datangkan dari Afrika Selatan,” lanjutnya. Alamsyah juga menambahkan bahwa masalah doping ini memang menjadi salah satu masalah yang sangat sulit diberantas jika tidak diawasi dengan jelas. Sebab, angkat besi merupakan olahraga yang membutuhkan tenaga. Sehinga, banyak atlet yang melakukan jalan pintas untuk menambah kekuatan untuk menjadi yang terbaik. Setelah dua atlet angkat besi Rusia Alexei Selyutin dan Yekaterina Vlasova dilarang tampil akibat doping, Rabu (20/7), ternyata beberapa atlet dari beberapa negara juga sudah ada yang dicoret dari Olimpiade. Dengan skandal itu, Alamsyah pun mengakui sedikit beruntung dengan peluang tujuh atletnya mendulang medali di ajang tersebut. Ketujuh atlet angkat besi itu yaitu Eko Yuli Irawan, Muhammad Hasbi -62 kg, Deni, Triyatno ?69 kg, dan I Ketut Ariana ?77 kg. Sedangkan atlet angkat besi putri akan diwakilkan Sri Wahyuni Agustiani ?48 kg dan Dewi Safitri ?53 kg. “Jelas, ini menjadi keuntungan kita. Karena sudah ada beberapa atlet yang ternyata menggunakan doping seperti Korea ada 1 atlet, Azerbaijan 2, Kazakhtan 2, dan juga Rusia. Peluang atlet kita pun semakin besar untuk mendapatkan medali di Olimpiade nanti,” ujar Alamsyah. Namun, Alamsyah tak ingin terlalu jumawa dengan skandal yang menimpa beberapa atlet asing yangt terganjal doping itu. Pasalnya, Triyatno dkk tetap patut waspada karena masih banyak negara yang memiliki atlet hebat seperti Kolombia, Cina, dan Korea Utara. Oleh karena itu, dia mengingatkan atlet harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya jika ingin mempertahankan medali di Olimpiade. Pasalnya, empat event sebelumnya, cabang angkat besi selalu menyumbangkan medali untuk Indonesia. Oleh karena itu, Alamsyah berharap pasukannya bisa tampil maksimal di multi event terbesar di dunia tersebut. (bam)

Sumber: Indopos