BI: Bank Asing Belum Penuhi Kredit UMKM

Rimanews – Sebagian besar bank yang belum memenuhi porsi kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 10 persen pada 2016 adalah Kantor Cabang Bank Asing (KCBA). Meskipun ada kemudahan seperti linkage dan juga kredit eksportir nonmigas yang termasuk UMKM, cabang bank asing masih kesulitan untuk menyalurkan kredit UMKM sesuai rencana BI. “Kita menyadari juga KCBA networking (jaringan) terbatas, kemudian kapasitas mereka yang bukan buat UMKM,” ujar Kepala Departemen Pengembangan UMKM BI Yunita Resmi Sari di Jakarta, Kamis (25/08/2016). Baca Juga Presiden Yakin Usaha Kecil Tahan Hadapi Pelemahan Ekonomi Fitch Rating Tingkatkan Rating Kredit Indonesia DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan BI sejak 2015 meminta perbankan untuk mencicil porsi penyaluran kredit UMKM setiap tahun bertambah lima persen hingga 20 persen pada 2018. Yunita mengatakan pihaknya sedang menyiapkan kebijakan penyesuaian perhitungan pemenuhan kredit UMKM bagi KCBA yang ditargetkan dapat selesai tahun ini. Hingga Agustus 2016, jumlah bank dari 119 bank yang sudah memenuhi prosi kredit UMKM terus bertambah. Saat ini jumlah bank yang memenuhi porsi kredit UMKM sebesar 10 persen mencapai 100 bank. “Sudah lebih dari 100, tapi jumlahnya lupa,” ujar dia. Padahal pasar kredit UMKM masih sangat luas, karena baru 22 persen dari total 57,8 juta UMKM di Indonesia yang memiliki akses kredit ke perbankan. Alhasil pangsa kredit UMKM dari kredit perbankan hanya 19,7 persen dengan realisasi Rp 827,3 triliun hingga triwulan II 2016. Sementara pertumbuhan kredit UMKM pada triwulan II 2016 sebesar 8,3 persen (YOY). Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : KCBA , Bank Asing , UMKM , Bank Indonesia , Keuangan , Ekonomi

Sumber: RimaNews