Ini Bunyi Amendemen Kontrak Bagi Hasil Blok Mahakam

Sports Okezone Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan biaya operasional PT Pertamina Hulu Mahakam untuk pengeboran 19 sumur di Blok Mahakam pada 2017 masuk cost recovery di 2018. Demikian bunyi Amandemen Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang telah disetujui oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan Pertamina Hulu Mahakam secara efektif menjadi operator di Blok Mahakam pada 1 Januari 2018. Namun Pertamina bisa melakukan investasi setelah amandemen Kontrak Bagi Hasil ditandatangani pada hari ini. “Apa yang dikeluarkan Pertamina setelah amendemen diteken sampai efektif di 1 januari 2018, itu bisa masuk ke cost recovery . Tapi cost recovery -nya tahun 2018,” kata Amien di Jakarta, Selasa (25/10). Amien menuturkan payung hukum mekanisme tersebut ialah revisi Peraturan Menteri ESDM No. 15 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya. Beleid ini sudah rampung dan dalam proses dalam pencatatan lembar negara. Dikatakannya mekanisme umum dari cost recovery ialah pengeluaran setelah tanggal kontrak bagi hasil efektif. Namun untuk Blok Mahakam berlangsung masa transisi dan diperlukan pengeluaran untuk pengeboran sebelum kontrak efektif. “Setelah dibor baru ditutup. Produksinya (19 sumur) baru dikeluarkan 2018 sehingga tidak akan drop produksinya,” ujarnya. Rangga Prakoso/JAS BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu