KRI Tarakan Pengisi BBM Perkuat Armada TNI AL

Sports Okezone Jakarta- Satu unit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tarakan – 905‎ jenis Bantu Cair Minyak (BCM) atau tanker diserahterimakan dari PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) ke TNI AL di Dermaga ‎Galangan II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/8). Kapal ini diharapkan menambah daya jelajah kapal perang TNI AL yang jauh dari pangkalan logistik karena dibekali sistem Replenishment At Sea (RAS) atau pengisian bahan bakar sembari berlayar. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksama TNI Ade Supandi‎, mengatakan pihaknya sudah memeriksa kapal bantu cair minyak atau oiler KRI Tarakan 905 yang merupakan penyempurnaan dari kapal sebelumnya. “Kapal ini sebenarnya sudah selesai dibangun pada akhir 2014 namun belum sempurna betul fungsinya, setelah teknologi dioptimalkan, baru kapal ini diserahterimakan pada kami,” ujar Ade, di Dermaga Galangan II Dok Kodja Bahari, Senin (8/8). Ia mengungkapkan keberadaan kapal tanker itu akan membantu pasukan dalam menjalankan operasi ‎laut. “Dengan wilayah perairan Indonesia yang sangat luas, dibutuhkan logistik pengisi bahan bakar yang mumpuni dan dapat menyesuaikan dengan kapal perang kami,” lanjut Ade. Dengan KM Tarakan-905 berdaya tampung 5.500 meter kubik atau ton Bahan Bakar Minyak (BBM) Ade meyakini kapal tersebut bisa mengisi bahan bakar dari 5 sampai 10 kapal perang yang sedang menjalankan operasi. “Operasi TNI AL membutuhkan kapal tanker seperti misi perdamaian PBB di Lebanon, atau latihan militer KRI Dipenogoro dalam Rimpac di Pulau Hawai. Itu idealnya sudah ditemani kapal jenis ini agar lebih efisien dalam mendapatkan pasokan bahan bakar,” kata Ade Supandi. Ade mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kapal pertahanan TNI AL dengan menggunakan produk dalam negeri. “Kami percaya perusahaan galangan nasional bisa memenuhi kebutuhan pertahanan nasional,” tandasnya. Kapal dengan panjang 122,4 meter, lebar 16,5 meter, dan tinggi 9 meter ini dilengkapi dua mesin berkapasitas masing-masing 6.100 horse power (HP). Kapal ini memiliki kecepatan maksimal 16 knot dan jarak jelajah 7.680 nm, dan dapat menampung 81 kru dan 6 helly pilot crew yang dilengkapi area dek pendaratan helikopter. Sementara Direktur Utama PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), Bandung Bismono‎ mengatakan KRI Tarakan 905 merupakan kapal tanker pemasok bahan bakar pertama yang dibuat sendiri oleh galangan dalam negeri. Kapal KRI Tarakan 905 merupakan kapal tanker yang memiliki sistem RAS atau pengisian bahan bakar sembari berjalan pada dua sisi arah. “Ini kapal pertama yang kami buat, dan dalam pembangunannya sudah‎ dilakukan sesuai SOP (standar operasional prosedur),” kata Bismono. Ia mengungkapkan, perseroan masih berupaya menyelesaikan pesanan kapal TNI AL lainnya yakni dua kapal angkut tank yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2017. Carlos Roy Fajarta/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu