Naik 79,9%, BNI Raih Laba Rp 4,37 Triliun

Sports Okezone Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada kuartal II-2016 berhasil membukukan laba bersih Rp 4,37 triliun atau tumbuh 79,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspansi kredit dan efisiensi menjadi pemicu kenaikan laba perseroan. “Yang signifikan penurunan biaya pencadangan, efisiensi juga bisa kita tingkatkan, cost ratio tahun lalu di periode yang sama 43,8 persen, sekarang 43,2 persen,” ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni di Jakarta, Jumat (22/7). Dia menyebutkan, pertumbuhan laba BNI disokong kontribusi pendapatan bunga bersih yang naik 11,7 persen year on year ( yoy) dari Rp 12,45 triliun menjadi Rp 13,91 triliun, serta kenaikan pendapatan non bunga 28,7 persen yoy dari Rp 3,44 triliun menjadi Rp 4,43 triliun. “Pendapatan bunga bersih tumbuh berkat penyaluran kredit BNI yang tercatat sebesar Rp 357,22 triliun atau naik 23,7 persen yoy dari sebelumnya Rp 288,72 triliun,” tambahnya. BNI tetap mendorong kredit sekaligus mencetak Net Interest Margin (NIM) di atas 6 persen yang didorong kemampuan BNI menurunkan cost of funds dari 3,2 persen pada Juni 2015 menjadi 3,1 persen pada Juni 2016. Adapun pertumbuhan kredit didominasi kredit produktif sebesar 25,6 persen yoy, dengan kontribusinya terhadap total kredit BNI 73 persen. Secara keseluruhan kredit segmen business banking hingga akhir Juni 2016 tercatat Rp 260,79 triliun. Kredit business banking tersalurkan ke segmen korporasi (25,1 persen dari total portofolio kredit BNI), BUMN (18,2 persen), menengah (16,3 persen), dan kecil (13,4 persen). Pertumbuhan signifikan terjadi pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang pada kuartal II-2016 meningkat 331 persen. Kondisi tersebut membuat komposisi KUR sebagai kredit yang mendapatkan penjaminan dari pemerintah meningkat dari 5,6 persen menjadi 19,9 persen terhadap portofolio kredit kecil BNI. “Penyaluran kredit BNI juga menunjukkan peningkatan ke BUMN yang tumbuh 28,6 persen yoy menjadi Rp 65,02 triliun,” kata dia. Pada segmen kredit menengah, BNI dapat membukukan lebih dari 230 debitur baru dan menyalurkan kredit baru pada lebih dari 400 debitur existing. Lebih lanjut, Baiquni mengakui kualitas aset kredit masih menjadi isu utama sampai dengan Juni 2016. BNI menaikkan coverage ratio dari 138,8 persen pada kuartal II-2015 menjadi 142,8 persen pada kuartal II-2016. Lona Olavia/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu