Stok Pupuk Urea di Sulut Cukup

Sports Okezone Manado – Stok pupuk urea di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup untuk memenuhi kebutuhan petani menghadapi musim tanam di akhir tahun 2016. “Persediaan pupuk urea bersubsidi dapat mencukupi permintaan petani hingga akhir tahun,” kata Staf Penjualan PT Pupuk Kaltim Wilayah Sulawesi II Manado Johanes Arianto di Manado, Senin. Dia mengatakan, persediaan pupuk urea bersubsidi mampu untuk memenuhi permintaan petani di Sulawesi Utara (Sulut) hingga Desember 2016. “Jadi stok pupuk urea bersubsidi per 24 Oktober 2016 mencapai 2.893.2 ton, ini sangat cukup sampai tutup tahun, karena permintaan pupuk di Sulut rata-rata di posisi 1.500 ton perbulan,” jelas Arianto. Dia menilai, memasuki akhir tahun permintaan pupuk diprediksi akan mengingkat. Pasalnya, bertepatan dengan periode musim tanam yakni Oktober hingga Maret. Akan tetapi dia mengimbau petani tidak perlu kuatir dikarenakan pasokan pupuk cukup terkendali. “Intinya petani tidak perlu risau atau waspada. Sebab kami pastikan tidak akan terjadi kelangakaan pupuk urea bersubsidi, apalagi di musim tanam,” paparnya. Ada pun harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi jenis urea sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 60/Permentan/SR.130/12/201 5 adalah Rp 1.800 per kilogram (kg) atau Rp 90.000 per zak dengan isi 50 kg. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut Arie Bororing mendorong agar penyaluran pupuk bersubdisi bisa dipercepat. Mengingat dengan datangnya musim hujan petani sudah secara bersama-sama mengarap sawa dan mengola lahan pertanian. “Memang yang kami harapkan pihak distributor mempercepat penyaluran pupuk. Supaya yang mau taman padi, jagung dan sayuran bisa langsung tanam dan tidak ada lagi yang terlambat tanam,” paparnya. Selain itu, kata dia, dipercepatnya penyaluran akan memperkecil gesekan di antara petani dan pengencer terkait kelangkaan pupuk. “Biasanya stok pupuk banyak tapi terlambat disalurkan ke pengencer. Ini sering kali yang menimbulkan riak riak kalangan petani yang mengira pupuk sudah langka, padahal tidak,” ujarnya. Dilanjutkannya, kelancaran penyaluran pupuk pada musim tanam akan memberikan efek positif dalam sektor ekonomi secara jangka panjang. Apalagi mendekati Natal dan Tahun Baru. “Logikanya begini, jika proses penanaman cepat maka hasil penennya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat umum di pasar, sehingga tidak mungkin ada gejolak harga dari produk pertanian mendekati hari raya keagamaan,” jelasnya. /PCN

Sumber: BeritaSatu