Tunggu Penumpang Sambil Judi, 4 Pengojek Diamankan Polisi

Sports Okezone Jakarta – Empat pengojek sepeda motor yang kedapatan bermain judi jenis domino dan kiu-kiu di ‎salah satu sudut bahu Jalan Pluit Timur Raya (samping STM 12 Pluit), Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dibekuk polisi pada Jumat (9/9). Meskipun mengaku bermain judi hanya ‎untuk menghapus rasa bosan karena menunggu calon penumpang yang memesan menggunakan aplikasi smartphone , namun akhirnya keempatnya tetap digelandang polisi ke Markas Polsek Metro Penjaringan. Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Bismo Teguh Prakoso, mengatakan awalnya anggota reskrimnya yang sedang melaksanakan giat Kring Serse sedang melintas di lokasi kejadian dan melihat ada sekelompok pemuda yang sedang berkerumun di bahu kiri pinggir ‎jalan sekitar pukul 13.30 WIB. “Awalnya anggota mengira mereka hanyalah tukang ojek biasa yang memang sering nongkrong di pinggir jalan menunggu pesanan penumpang. Namun setelah didekati mereka bersikap mencurigakan sehingga anggota kami melakukan pemeriksaan,” ujar Bismo, Jumat (9/9) sore. Ia mengungkapkan para pelaku judi tersebut langsung gelagapan ketika polisi datang dan sempat menyembunyikan kartu domino yang sebelumnya mereka mainkan namun berhasil ditemukan oleh polisi. “Keempatnya kemudian kami amankan ke kantor Polsek beserta barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut oleh anggota Resmob yang usai merespons laporan Kring Serse dan sedang melakukan observasi wilayah‎,” tutur Bismo. Empat tukang ojek yang diamankan oleh polisi tersebut yakni: Ahmad Yana (34), warga Utan Kayu, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur; Hendra Setiawan (31), warga Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat; Iman Sutardi (37), warga Kelurahan Sumberjaya, Kecamatan Sumur Pandeglang, Banten; Lambok (28), warga Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. “Dari tangan para tukang ojek tersebut kami amankan satu set kartu domino dan uang tunai sebesar Rp 135 ribu yang digunakan sebagai uang taruhan,” lanjutnya. Dikatakan Bismo, meski tidak ditahan, namun keempat tersebut diminta untuk membuat surat perjanjian hitam di atas putih dengan materai yang berisi pernyataan mereka untuk tidak mengulangi perb‎uatannya kembali. “‎Apabila para tukang ojek judi tersebut kembali melakukan tindakan perjudian, maka mereka bisa kita jerat dengan Pasal ‎303 BIS KUHP Tentang Perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal selama empat tahun penjara,” tandas Bismo. Carlos Roy Fajarta/JAS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu